
Repelita Jakarta - Suasana debat di televisi swasta menjadi sangat tegang ketika Ketua Jokowi Mania Nusantara Andi Azwan berdebat sengit dengan Roy Suryo.
Andi Azwan menyatakan peluang penghentian penyidikan atau SP3 terhadap pihak yang disebutnya RRT semakin menipis belakangan ini.
Pernyataan tersebut langsung memancing kemarahan Roy Suryo yang berada tepat di hadapannya selama acara tersebut.
Andi Azwan menekankan bahwa pembuktian tuduhan ijazah palsu harus dilakukan melalui proses pengadilan bukan hanya lewat opini publik semata.
Menurutnya jalan panjang menuju kebenaran hukum tidak akan pernah buntu bagi siapa pun yang terlibat dalam perkara tersebut.
Ia menegaskan bahwa tuduhan terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi seharusnya dibuktikan secara resmi di meja hijau agar jelas kebenarannya.
Andi Azwan juga menyinggung bahwa Roy Suryo tampak enggan jika perkara itu benar-benar dibawa ke pengadilan.
Ia menjelaskan bahwa sidang di Pengadilan Solo bukan hanya menyangkut individu melainkan melibatkan institusi negara seperti KPU Kepolisian dan UGM.
Proses hukum pidana di pengadilan dianggapnya sebagai tempat yang sesungguhnya untuk menguji keabsahan tuduhan tersebut.
Ketegangan semakin memuncak saat Andi Azwan membacakan pantun dari catatan YouTube pribadinya yang berbunyi Curi panci masuk tahanan masuk tahanan kepukul besi makin takut masuk jeruji besi.
Pantun itu disampaikan sebagai gambaran kondisi pihak yang disebutnya sudah mulai kicep menghadapi situasi hukum.
Roy Suryo langsung bereaksi keras dan tidak terima dengan pantun tersebut karena menyinggung pengalaman masa lalunya saat menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.
Roy membalas dengan menyebut pantun itu tidak orisinal dan menuduhnya sebagai hasil menyontek sejak kecil.
Ia menambahkan bahwa balasannya adalah Ah baca itu gak original baca itu Ini dari kecil nyontek ini Nggak ada cakep-cakepnya Nyontek masuk tahanan.*
Editor: 91224 R-ID Elok

