Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Dokumen Rahasia Bocor ke Publik! Ribuan Rudal Canggih Rusia Masuk ke Iran, Amerika Makin Ketar Ketir

 Rudal Rusia masuk Iran terungkap

Repelita Jakarta - Dokumen rahasia yang bocor mengungkap bahwa Iran telah menyetujui kesepakatan senilai lima ratus delapan puluh sembilan juta dolar Amerika atau setara lebih dari sembilan koma sembilan triliun rupiah untuk membeli ribuan rudal bahu dari Rusia.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Moskow pada Desember tahun lalu antara eksportir senjata negara Rusia Rosoboronexport dengan perwakilan dari Kementerian Pertahanan Iran.

Rincian kesepakatan mencakup pengiriman lima ratus peluncur Verba serta dua ribu lima ratus rudal jenis 9M336 yang termasuk kategori sistem pertahanan udara portabel canggih.

Rudal bahu tersebut mampu menembak jatuh pesawat helikopter serta drone pada ketinggian rendah yang menjadi ancaman semakin sering di kawasan Timur Tengah belakangan ini.

Laporan Financial Times menyebutkan bahwa pengiriman akan dilakukan secara bertahap mulai tahun dua ribu dua puluh tujuh hingga dua ribu dua puluh sembilan.

Jadwal pengiriman yang panjang ini menandakan bahwa Iran sedang menyusun strategi jangka menengah untuk memperkuat pertahanan udara di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu.

Permintaan resmi sistem rudal ini diajukan Iran pada Juli tahun lalu hanya beberapa minggu setelah serangan udara Amerika Serikat menghantam tiga fasilitas nuklirnya.

Serangan tersebut terjadi saat Washington bergabung dalam operasi militer bersama Israel terhadap target di Iran.

Kesepakatan senjata ini tampaknya menjadi respons langsung terhadap tekanan militer yang dialami Teheran.

Iran tidak hanya menambah persenjataan melainkan juga meningkatkan kemampuan pertahanan udara guna menangkal serangan mendadak di masa mendatang.

Bocoran dokumen tersebut memicu kekhawatiran mendalam di kalangan keamanan Amerika Serikat karena penguatan arsenal Iran dinilai dapat mengubah keseimbangan kekuatan militer di Timur Tengah.

Informasi bocor mencakup laporan rinci mengenai jenis jumlah serta jalur distribusi sistem persenjataan yang diduga dipasok melalui kerja sama bilateral.

Beberapa jenis rudal yang tercantum merupakan sistem yang sebelumnya tidak pernah dikonfirmasi diekspor oleh Rusia.

Rincian meliputi rudal balistik jarak menengah rudal jelajah serta sistem pertahanan udara dengan kemampuan mendeteksi target lintasan rendah dan kendaraan hipersonik.

Proses pengiriman dilakukan melalui rute udara dan laut dengan pengamanan militer ketat serta metode penyamaran logistik untuk menghindari pemantauan satelit.

Jalur laut menjadi metode utama dengan memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan yang jarang dipantau intelijen Barat.

Catatan pengapalan menunjukkan aktivitas tidak biasa sejak akhir tahun lalu menurut sumber yang mengetahui isi laporan.

Analis pertahanan meyakini bahwa perluasan kerja sama militer ini berakar dari hubungan strategis yang semakin erat antara Rusia dan Iran.

Hubungan tersebut menjadi peluang bagi Iran untuk mempercepat modernisasi militer sekaligus memperluas kemampuan pencegahan terhadap lawan strategisnya.

Pejabat Amerika Serikat menilai bahwa bocoran ini menunjukkan tingkat kerja sama baru yang melampaui ekspektasi banyak negara.

Mereka khawatir akses Iran terhadap rudal presisi tinggi dan jarak jauh dapat memicu percikan konflik di wilayah yang sudah penuh ketegangan.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Rusia maupun Iran keberadaan informasi detail dalam dokumen membuat laporan ini sulit diabaikan.

Washington sedang menyusun respons diplomatik dan keamanan untuk menghadapi perkembangan tersebut.

Salah satu pejabat yang mengetahui situasi menyatakan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi kemungkinan sanksi tambahan pengawasan intelijen lebih intens serta peningkatan kehadiran militer di titik strategis.

Penguatan arsenal Iran dinilai dapat mengubah perhitungan Amerika dalam menjaga stabilitas kawasan.

Aktivitas diplomatik meningkat terutama dengan negara-negara Teluk yang merasa rentan terhadap perubahan keseimbangan militer.

Konsultasi dilakukan secara intensif untuk membentuk upaya kolektif menekan potensi ancaman baru.

Beberapa diplomat regional menyatakan bahwa kabar bocoran ini memicu kekhawatiran luas karena rudal berteknologi tinggi dapat mengancam pusat ekonomi instalasi energi serta pangkalan militer.

Penguatan sistem rudal Iran juga dapat menantang efektivitas pertahanan udara yang melindungi kepentingan Amerika dan sekutunya.

Analis menilai bahwa langkah Rusia jika terbukti menunjukkan upaya memperluas pengaruh melalui jalur militer dan menciptakan dinamika baru yang menyulitkan strategi Amerika.

Perkembangan ini berpotensi memicu perlombaan senjata baru di kawasan di mana negara-negara mungkin mempercepat belanja persenjataan untuk menyesuaikan diri dengan ancaman yang berubah.

Situasi tersebut dapat menciptakan siklus ketegangan berkepanjangan yang melemahkan stabilitas regional secara keseluruhan.

Hingga kini belum ada klarifikasi resmi mengenai keaslian dokumen maupun alasan kebocorannya.

Isi dokumen menegaskan bahwa transfer ribuan rudal berteknologi tinggi jika benar akan menjadi perubahan signifikan dalam dinamika pertahanan Timur Tengah.

Amerika Serikat dikabarkan semakin meningkatkan kewaspadaan karena dampak strategis penguatan arsenal Iran tidak hanya bersifat regional melainkan juga memengaruhi kebijakan keamanan global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved