Repelita Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi akan mendalami hubungan antara eks Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan Direktur PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto yang terungkap dalam fakta persidangan kasus suap proyek jalur kereta api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyatakan bahwa penyidik akan memeriksa semua bukti termasuk keterangan berita acara untuk mengetahui apakah ada sambungan lebih lanjut dalam kasus tersebut.
Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan akan menentukan apakah terdapat keterkaitan yang lebih dalam antara keduanya.
Salah satu fakta yang disoroti adalah penyewaan helikopter yang digunakan Budi Karya Sumadi untuk kunjungan kerja ke wilayah dengan dana yang diduga bersumber dari pengusaha pelaksana proyek termasuk Dion Renato Sugiarto.
Setyo menjelaskan bahwa bukti tanda sewa helikopter tersebut akan didalami lebih lanjut oleh penyidik untuk mengungkap aliran dana dan kemungkinan penyalahgunaan wewenang.
Sementara itu eks Menteri Perhubungan periode dua ribu sembilan belas hingga dua ribu dua puluh empat Budi Karya Sumadi tidak memenuhi panggilan penyidik KPK pada Rabu delapan belas Februari dua ribu dua puluh enam.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa saksi telah mengonfirmasi ketidakhadiran karena memiliki agenda lain yang sudah terjadwal sebelumnya.
Pemeriksaan Budi Karya dijadwalkan sebagai saksi dalam dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian wilayah Jawa Timur yang melibatkan tersangka mantan Direktur Prasarana Perkeretaapian Harno Trimadi.
Penyidik berencana menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Budi Karya dan jadwal baru akan disampaikan kemudian kepada pihak terkait.
Sebelumnya pada Rabu dua puluh enam Juli dua ribu dua puluh tiga penyidik KPK telah memeriksa Budi Karya Sumadi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto sebagai saksi dalam kasus suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api.
Mantan Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan bahwa kedua saksi memberikan keterangan terkait mekanisme internal di Kementerian Perhubungan termasuk pengawasan dan evaluasi proyek tersebut.
Usai pemeriksaan saat itu Budi Karya Sumadi menyatakan dukungannya terhadap upaya pemberantasan korupsi di lingkungan kementerian dengan mengatakan terima kasih kepada KPK yang telah konsisten upaya ini insyaallah kami dukung untuk menghilangkan korupsi di Indonesia.
Namun ketika ditanya mengenai dugaan aliran dana suap kepada dirinya Budi Karya enggan berkomentar dan langsung meninggalkan lokasi menggunakan mobil Toyota Kijang Innova putih berpelat B dua ribu lima ratus tiga belas BPD.
Dalam salinan putusan perkara Harno Trimadi bersama rekannya terbukti menerima suap tiga koma dua miliar rupiah dari Dion Renato Sugiarto selaku pengusaha pelaksana proyek rel kereta api Jawa Tengah.
Harno Trimadi dalam persidangan menyebut bahwa sebagian uang suap tersebut ikut dinikmati oleh Menteri Budi Karya Sumadi.
Ia juga menyatakan bahwa sebagian dana pernah digunakan untuk membiayai penyewaan helikopter bagi kunjungan kerja Menteri Budi Karya ke wilayah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

