
Repelita Jakarta - Ketua Umum Pasbata Prabowo, David Febrian, menyayangkan adanya pihak-pihak yang mempersoalkan langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam kerja sama Board of Peace (BoP) dengan Amerika Serikat. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari diplomasi perdamaian, bukan bentuk dukungan terhadap konflik atau negara tertentu.
David Febrian menilai bahwa langkah Presiden Prabowo sengaja diputarbalikkan oleh kelompok oposisi politik yang mencoba membangun narasi menyesatkan, seolah-olah Indonesia mendukung Israel.
Ia menegaskan bahwa pola seperti ini sering terjadi ketika pemerintah mengambil langkah strategis di tingkat internasional.
“Ini pola lama. Mereka memotong konteks, memainkan emosi publik, lalu menggiring opini seakan-akan negara ini berpihak pada penjajahan. Rakyat jangan dibodohi dengan cara-cara seperti ini,” tegas David Febrian, Senin 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa BoP bukanlah aliansi militer, dukungan untuk perang, atau pengakuan terhadap pendudukan ilegal.
Menurutnya, kerja sama ini adalah wadah diplomasi keamanan dan kemanusiaan di mana Indonesia membawa nilai-nilai keadilan, hukum internasional, dan perlindungan warga sipil ke forum global.
David Febrian menekankan bahwa Presiden Prabowo memilih untuk aktif dalam kepemimpinan, bukan hanya menyampaikan kritik dari luar.
Dengan tetap berada di forum internasional, Indonesia dapat menjaga posisi tawar, suara moral, dan kepentingan nasional, serta memastikan bahwa isu kemanusiaan, termasuk isu Palestina, tetap diperjuangkan secara nyata, bukan sekadar slogan.
“Indonesia hadir bukan untuk membela perang, tetapi untuk menghentikan perang. Bukan untuk tunduk pada kekuatan besar, melainkan memastikan suara keadilan tidak dimonopoli pihak tertentu,” pungkas David.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

