
Repelita Jakarta - Penulis Jonru Ginting menyatakan dukungannya atas keputusan Denny Siregar yang menonaktifkan akun media sosial X setelah resmi bekerja sama dengan Perum Produksi Film Negara.
Dalam artikel opini yang ditulisnya, Jonru mengawali dengan penegasan bahwa dirinya secara politik selalu berseberangan dengan Denny Siregar.
Ia mengungkapkan bahwa pandangannya terhadap Denny tidak berubah meski Denny pernah berbalik arah dan mengkritik mantan Presiden Joko Widodo.
Jonru menyatakan bahwa sikapnya ini tetap konsisten hingga saat ini, tanpa adanya perubahan sedikit pun dalam cara ia memandang Denny Siregar.
Ia kemudian mengangkat fenomena yang diamatinya mengenai banyaknya pejabat publik yang memiliki gaya komunikasi khas buzzer.
Jonru secara khusus menjelaskan bahwa ia menggunakan istilah 'tipikal' untuk menggambarkan gaya mereka, bukan untuk menuduh mereka sebagai buzzer profesional.
Namun, ia mengkritik bahwa gaya penulisan dan pernyataan para pejabat tersebut di media sosial masih menunjukkan karakter seperti buzzer.
Menurutnya, banyak dari mereka sering membuat pernyataan yang terkesan membela pemerintah sekaligus memusuhi rakyat, padahal gaji mereka berasal dari uang pajak masyarakat.
Jonru juga menyoroti pola rekrutmen pejabat yang menurutnya kerap didasari oleh balas budi, bukan semata-mata pada kompetensi dan keahlian yang relevan.
Dalam konteks inilah ia melihat perbedaan mendasar pada kasus Denny Siregar.
Pertama, ia menilai posisi yang diberikan kepada Denny sesuai dengan keahlian dan minat yang dimilikinya di bidang produksi film.
Kedua, keputusan Denny untuk menonaktifkan akun X dinilainya sebagai langkah awal yang positif dan bijaksana.
Jonru berharap langkah ini diambil dengan niat agar Denny tidak mengulangi pola seperti pejabat lain yang tetap berperilaku layaknya buzzer.
Ketiga, terkait tuduhan publik bahwa Denny menjadi diam dan takluk setelah mendapat jabatan, Jonru memilih untuk tidak membantah atau menyetujui tuduhan tersebut.
Ia menegaskan bahwa sikapnya ini bukan berarti tiba-tiba ia menjadi satu kelompok dengan Denny Siregar.
Jonru menekankan bahwa hingga saat ini ia masih memandang perbedaan di antara mereka berdua seperti air dan minyak yang tidak dapat disatukan.
Artikel tersebut, menurut pengakuannya, ditulis semata-mata untuk menyampaikan pandangan yang objektif atas perkembangan yang terjadi.
Ia mengaku merasa prihatin dengan banyaknya pejabat yang masih memiliki karakter dan rasa seperti buzzer meski telah menduduki posisi formal.
Keputusan Denny Siregar untuk menutup akun X setelah mendapatkan kerjasama dengan PFN ia nilai sebagai sebuah perkembangan yang patut diapresiasi.
Jonru berharap para pejabat lain yang masih berperilaku seperti buzzer dapat mencontoh langkah yang diambil oleh Denny Siregar tersebut.
Ia mengingatkan bahwa gaji para pejabat berasal dari uang rakyat, sehingga sangat tidak pantas jika sikap mereka justru memusuhi kepentingan publik.
Dalam penutup, Jonru kembali menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk terjun ke politik atau menjadi pejabat, sehingga tulisan ini murni merupakan sikap objektif.
Ia menambahkan bahwa dirinya tidak memiliki maksud untuk menjilat atau mengambil keuntungan dari opini yang dituliskannya tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

