Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jokowi Mati-Matian Bela PSI: Peneliti Ungkap Kecemasan Gibran Tak Jadi Cawapres Lagi!

 Presiden ke-7 Joko Widodo mengatakan siap turun ke daerah-daerah untuk sosialisasikan Partai Solidaritas Indonesia agar memenuhi target pada Pemilu 2029. (Foto: Tangkapan Layar/PSI).

Repelita Jakarta - Pernyataan Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang mengaku siap bekerja keras bahkan mati-matian demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bukan sekadar ungkapan loyalitas politik.

Peneliti Politika Research & Consulting, Nurul Fatta, membaca ada kecemasan di balik pidato tersebut.

"Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya, yang akan mati-matian bekerja untuk PSI adalah teriakan orang yang sedang terancam, cemas, dan penuh kekhawatiran," kata Fatta, Minggu (1/2/2026).

Menurut Fatta, kekhawatiran itu berkelindan dengan posisi Gibran Rakabuming Raka.

Ia menduga Jokowi resah bila putra sulungnya tak lagi dipasangkan dengan Presiden Prabowo Subianto pada periode berikutnya.

"Kalau dari aspek politiknya, saya meyakini Jokowi khawatir anak sulungnya tidak lagi dijadikan pendamping Presiden Prabowo.

Tercatat sudah dua kali Jokowi menegaskan Prabowo Gibran dua periode, ungkapan itu adalah ungkapan harapan," katanya.

Dalam skenario itu, PSI dinilai menjadi opsi cadangan.

Fatta melihat partai berlambang mawar tersebut disiapkan sebagai kendaraan politik alternatif.

"Makanya melalui PSI dan membesarkan PSI, Jokowi gelagatnya ingin mengatakan bahwa biarpun Gibran tidak diusung lagi mendampingi Prabowo, dia tetap punya kendaraan politik maju sendiri sebagai capres melalui PSI," lanjutnya.

Ia menilai manuver Jokowi sarat nuansa gertakan politik.

Sikap tersebut, kata Fatta, lazim muncul dari aktor politik yang merasa terdesak.

"Gelagat Jokowi di sini sedang memberikan peringatan, sekaligus gertakan politik kepada siapa pun.

Karena orang yang merasa cemas, terancam biasanya akan melakukan gertakan kepada lawan politiknya," katanya.

Fatta juga menyinggung suasana panggung PSI yang menurutnya sarat simbol politik keluarga.

"Begitupun panggung PSI kemarin, menjadi ajang saut-sautan kelakar, antara anak dan bapak," sambungnya.

Sebelumnya, Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026), menegaskan kesiapannya turun langsung memenangkan PSI.

Ia menyebut kekuatan partai bertumpu pada struktur yang hidup hingga ke akar rumput.

Jokowi bahkan mengaku siap blusukan lagi jika dibutuhkan.

"Kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat.

Tapi strukturnya harus benar yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput.

Menyentuh betul-betul masyarakat terbawah kita.

Itu struktur yang ideal," kata Jokowi.

"Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup.

Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi.

Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup," tegas Jokowi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved