Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Istana Tegaskan Indonesia Tetap di Board of Peace Meski Israel Bergabung demi Perjuangkan Solusi Dua Negara

 Israel Resmi Bergabung dengan Board of Peace, Indonesia Tegaskan  Konsistensi Dukung Solusi Dua Negara - Media Literasi

Repelita Jakarta - Keputusan Israel bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu pertanyaan publik di Indonesia.

Pasalnya, Indonesia yang lebih dulu menjadi anggota BOP tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan selama ini konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Saddam Al Jihad, menjelaskan bahwa kehadiran Israel di dalam forum tersebut justru membuka ruang diplomasi yang lebih luas bagi Indonesia untuk memperjuangkan solusi dua negara.

Istana menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sejak awal konsisten mendukung two state solution atau solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Sikap tersebut disebut sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang mewajibkan pemerintah ikut menjaga ketertiban dunia dan menghapus penjajahan.

Menurut Kantor Staf Presiden, kemerdekaan Palestina merupakan keniscayaan yang terus diperjuangkan Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk di Board of Peace.

“Artinya, keberadaan Indonesia di Board of Peace ini adalah sebuah keharusan untuk menyeimbangkan pandangan terkait kemerdekaan Palestina. Bayangkan kalau Indonesia tidak ada di Board of Peace sementara Israel ada di dalamnya,” ucap Saddam, dilansir dari YouTube CNN Indonesia.

Istana memandang kehadiran Israel di BOP sebagai momentum untuk melakukan perjuangan dari dalam atau struggle from within.

Dengan menjadi anggota, Indonesia memiliki hak bicara untuk menyuarakan secara langsung prinsip kemerdekaan Palestina di forum tersebut.

Indonesia disebut tidak sendiri, karena terdapat delapan negara Islam di Board of Peace yang juga mendukung kemerdekaan Palestina, yakni Pakistan, Mesir, Yordania, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta Indonesia.

Dari total 28 anggota BOP, sebanyak 23 negara sebelumnya tercatat mendukung kemerdekaan Palestina dalam Sidang Umum PBB pada September lalu.

Artinya, lebih dari dua pertiga anggota memiliki sikap yang selaras dengan perjuangan Palestina.

Dalam struktur Board of Peace, hak veto memang berada di tangan ketua yang dijabat oleh Presiden Amerika Serikat.

Namun demikian, terdapat mekanisme di mana dua pertiga anggota dapat menggulirkan pandangan berbeda dari chairman.

Kehadiran Indonesia dinilai penting untuk menyeimbangkan dinamika pembahasan di dalam forum tersebut.

Istana menilai, jika Indonesia tidak berada di dalam BOP sementara Israel menjadi anggota, maka ruang diplomasi untuk memperjuangkan Palestina akan semakin terbatas.

Langkah Indonesia tetap bertahan di Board of Peace juga disebut mendapat dukungan dari sejumlah tokoh diplomasi nasional, seperti Hassan Wirajuda, Alwi Shihab, serta Dino Patti Djalal.

Selain itu, dukungan juga datang dari organisasi masyarakat Islam besar di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Istana menegaskan bahwa upaya memerdekakan Palestina tidak hanya dilakukan melalui Board of Peace, melainkan juga melalui berbagai jalur diplomasi lainnya.

Di luar BOP, lebih dari 150 negara disebut telah menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved