Repelita Washington - Pemerintah Israel secara tegas menolak memberikan kontribusi finansial kepada Dewan Perdamaian Gaza yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan nilai iuran yang dibahas mencapai satu miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp17 triliun.
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan pada Minggu 22 Februari 2026 bahwa keputusan penolakan tersebut telah disampaikan langsung kepada Trump sehingga Washington menyetujui pembebasan Israel dari kewajiban pembayaran apa pun.
Berbeda dengan negara anggota lain seperti Qatar dan Uni Emirat Arab yang menjanjikan lebih dari dua miliar dolar Israel menyatakan tidak memiliki tanggung jawab finansial terhadap dewan tersebut.
Menteri Urusan Politik dan Keamanan Israel Ze’ev Elkin menegaskan bahwa tidak ada pembenaran bagi negaranya untuk membayar iuran setelah menjadi korban serangan sehingga dana rekonstruksi Gaza tidak seharusnya dibebankan kepada Israel.
Elkin menambahkan keputusan ini juga berhasil meredakan keberatan dari Menteri Itamar Ben-Gvir serta Bezalel Smotrich terkait keanggotaan Israel bersama Turki dan Qatar dalam Dewan Perdamaian.
Dewan Perdamaian dilaporkan telah berhasil menghimpun sekitar lima miliar dolar dari negara-negara anggotanya sementara negosiasi masih berlangsung untuk komitmen tambahan dari beberapa negara lain masing-masing diharapkan sekitar satu miliar dolar.
Pekan lalu pada Kamis 19 Februari 2026 Trump mengumumkan Amerika Serikat akan menyumbang sepuluh miliar dolar atau sekitar Rp162 triliun untuk mendukung rekonstruksi Jalur Gaza melalui Dewan Perdamaian.
Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Piagam Dewan Perdamaian sebagai langkah simbolis keikutsertaan Indonesia dengan iuran keanggotaan yang dipatok satu miliar dolar atau sekitar Rp16,76 triliun.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

