Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Israel Masuk BoP, Dino Patti Djalal: Waspada Foto Prabowo Bersalaman dengan PM Netanyahu Jadi Propaganda

 

Repelita Jakarta - Langkah Israel resmi bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) menuai sorotan tajam dari diplomat senior Indonesia.

Eks Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal, mempertanyakan keanggotaan Tel Aviv dalam forum internasional tersebut.

Melalui unggahan di akun X pada Kamis, 12 Februari 2026, Dino menyebut keikutsertaan Israel hanya soal waktu.

“Partisipasi Israel dalam BoP is always a question of "when" not "if",” tulisnya.

Menurut Dino, langkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperlihatkan kecerdikan politik.

Ia menilai Netanyahu sengaja menunggu hingga keanggotaan BoP padat terlebih dahulu baru masuk di gelombang berikutnya.

“PM Netanyahu dengan cerdik menunggu keanggotaan BoP padat dulu, baru masuk belakangan,” ujarnya.

Dino berpandangan bahwa kehadiran Israel dalam BoP kelak akan memberikan pengaruh signifikan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Dapat dipastikan, dalam BoP, Israel akan menjadi negara yang paling berpengaruh terhadap Trump,” terangnya.

Ia menambahkan kekhawatiran tersebut akan semakin nyata jika Netanyahu hadir dalam agenda perdana BoP di Washington DC.

Pertemuan inaugural BoP dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026.

“Kalau Netanyahu hadir dalam inaugural meeting BoP di DC tanggal 19 Feb, maka yang paling diincar oleh media Israel adalah foto Presiden Prabowo bersalaman dgn PM Netanyahu,” ucapnya.

Dino memperingatkan bahwa momen tersebut dapat dieksploitasi menjadi alat propaganda bagi kepentingan Israel.

“Foto ini akan menjadi bahan propaganda Israel yang luar biasa. Semoga situasi yang sangat sulit ini bisa dipahami dan disiasati delegasi,” imbuhnya.

Sejak awal Indonesia menyatakan bergabung dengan BoP, Dino berulang kali meminta Presiden Prabowo Subianto untuk waspada.

Keprihatinan terhadap arah dan kredibilitas Board of Peace semakin menguat setelah pemerintah menggelar serangkaian pertemuan di Istana Presiden Jakarta pada awal Februari 2026.

Forum tersebut dihadiri organisasi masyarakat sipil, pemuka agama, dan mantan diplomat yang selama ini kritis terhadap keikutsertaan Indonesia dalam badan itu.

Langkah itu ditempuh pemerintah untuk menjelaskan strategi diplomasi Jakarta sekaligus meredam kontroversi domestik yang terus bergulir.

“Posisi saya mengenai Board of Peace sama sekali tidak berubah: Piagam BoP banyak kejanggalan, tapi karena Indonesia sudah keburu masuk BoP, waspadai perilaku Trump dan agenda Israel untuk membungkam Palestina, dan selalu jaga opsi untuk keluar dari BoP,” tulisnya.

Dino menambahkan bahwa sikapnya sejalan dengan sejumlah prinsip dasar yang selama ini dipegang pemerintah.

Ia juga meluruskan konteks pernyataannya bahwa BoP merupakan satu-satunya opsi yang tersedia saat ini.

Pernyataan itu bukan berarti BoP adalah solusi terbaik atau solusi permanen bagi perdamaian Timur Tengah.

“Ini tidak berarti BoP adalah solusi terbaik, dan tidak juga solusi permanen—hanya berarti pada saat ini merupakan satu-satunya upaya gencatan senjata yang ada,” tambahnya.

Menurut Dino, Presiden Prabowo mengambil pendekatan realistis dalam situasi diplomasi yang pelik ini.

Kepala negara disebut memahami kompleksitas konflik yang telah berlangsung puluhan tahun serta keterbatasan posisi tawar Indonesia di forum yang melibatkan kekuatan besar dunia.

“Kita harus berpolitik, kita harus berdiplomasi, kita harus melobi, dan kita harus pragmatis serta realistis,” katanya merangkum strategi yang ditempuh pemerintah.

Di tengah kekhawatiran tersebut, Dino turut menyoroti adanya peluang dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.

Resolusi itu disebut memberi sedikit ruang bagi perjuangan kemerdekaan Palestina, meskipun akan menghadapi perlawanan sengit dari Israel.

“Angin itu perlu kita hembuskan terus, melalui BoP dan jalur-jalur lain seiring waktu,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya integritas dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran di tengah tekanan politik global.

“Speak truth to power. Speak truth to the people. Wisdom without fear,” pungkasnya menekankan prinsip yang selama ini ia pegang di ruang publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved