Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Balas Gagalnya Serangan AS-Israel: Ayatollah Khamenei Selamat, Rudal Hantam Haifa Holon dan Pangkalan Teluk

 

Repelita Teheran - Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB dilaporkan gagal menghancurkan rantai komando sipil serta militer Teheran.

Target utama yang diincar tidak tercapai sehingga struktur kepemimpinan Iran tetap utuh dan berfungsi normal.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dilaporkan selamat sepenuhnya dari serangan tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga tidak terdampak sehingga pusat pengambilan keputusan negara tetap stabil.

Kegagalan melumpuhkan pucuk pimpinan memungkinkan Iran bergerak cepat dan terkoordinasi dalam merespons agresi.

Teheran langsung membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke wilayah Israel yang menyebabkan dampak di Haifa serta Holon.

Serangan balasan tersebut menunjukkan kemauan Iran untuk memberikan tekanan militer secara langsung dan memperluas cakupan konflik.

Iran juga memperluas sasaran dengan menyerang markas militer Amerika Serikat serta Israel di negara-negara Teluk termasuk Bahrain dan Qatar.

Uni Emirat Arab dilaporkan turut terdampak meskipun detail resmi masih terbatas dan dalam proses verifikasi.

Kelompok Houthi di Yaman menyatakan bergabung dengan Teheran dan berupaya menutup Selat Bab el-Mandeb dari akses Amerika Serikat serta Israel.

Selat Bab el-Mandeb sebagai jalur pelayaran strategis dunia berisiko terganggu sehingga dapat memengaruhi distribusi energi serta barang internasional secara signifikan.

Keterlibatan Houthi memperluas medan perang sehingga konflik tidak lagi terbatas pada daratan Iran dan Israel melainkan mencakup jalur laut vital.

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan berencana menyelesaikan perang dalam empat hari meskipun dinamika lapangan menunjukkan tantangan yang jauh lebih kompleks.

Serangan balasan Iran yang cepat dan terkoordinasi membuat upaya penghentian konflik dalam waktu singkat menghadapi hambatan besar.

Selamatnya Ayatollah Khamenei serta Presiden Pezeshkian mempertahankan stabilitas internal sehingga Teheran memiliki ruang manuver lebih luas dalam merespons.

Kondisi ini mengirim pesan jelas bahwa struktur negara Iran tetap berdiri teguh meskipun menghadapi serangan besar.

Perhatian dunia kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Amerika Serikat serta Israel apakah akan ada eskalasi lanjutan atau upaya diplomasi darurat.

Konflik telah melebar ke darat laut serta melibatkan aktor non-negara sehingga dampaknya berpotensi menjalar ke ekonomi global serta stabilitas kawasan lebih luas.

Empat hari mungkin menjadi target politik namun realitas geopolitik sering kali berjalan di luar rencana yang telah ditetapkan.

Dunia menanti apakah konflik ini dapat diredam cepat atau justru berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved