![]()
Repelita Minab - Serangan Israel menghantam sekolah putri Shajareh Tayyebeh di Minab wilayah selatan Iran menyebabkan antara 40 hingga 51 anak dilaporkan tewas.
Puluhan siswi lainnya mengalami luka-luka dengan jumlah korban terus bertambah seiring proses evakuasi dan identifikasi yang masih berlangsung.
Insiden ini menjadi salah satu tragedi paling menyedihkan dalam rangkaian eskalasi konflik terbaru antara Iran dan Israel.
Sekolah tersebut merupakan fasilitas pendidikan sipil yang seharusnya dilindungi dalam situasi konflik bersenjata.
Beberapa sumber berita internasional seperti Associated Press BBC Al Jazeera serta Reuters melaporkan peristiwa memilukan tersebut.
Media pemerintah Iran melalui IRNA juga mengonfirmasi serangan yang menewaskan anak-anak di dalam gedung sekolah.
Pejabat setempat menyatakan bahwa korban tewas berada dalam rentang 40 hingga 51 jiwa sementara korban luka mencapai 45 hingga 60 orang.
Angka tersebut masih bersifat sementara karena tim medis dan penyelamat terus bekerja di lokasi kejadian.
Video yang beredar memperlihatkan puing-puing bangunan sekolah yang runtuh serta kerumunan warga yang panik di sekitar area terdampak.
Kerusakan pada bangunan sekolah terlihat sangat parah dengan bagian atap dan dinding yang roboh total.
Tim penyelamat segera dikerahkan dengan ambulans dan kendaraan darurat bergerak cepat membawa korban ke rumah sakit terdekat.
Sebagian besar korban berada di dalam kelas saat serangan terjadi sehingga dampak ledakan menjadi lebih mematikan.
Rumah sakit di wilayah Minab dilaporkan kewalahan menangani korban luka yang terus berdatangan dalam kondisi darurat.
Serangan terhadap fasilitas pendidikan memicu kecaman luas dari berbagai pihak karena melibatkan korban anak-anak yang tidak berdosa.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi mendetail dari pihak yang dituding bertanggung jawab atas serangan spesifik tersebut.
Insiden ini terjadi dalam konteks operasi militer yang lebih luas terhadap target di wilayah Iran.
Tragedi korban anak-anak langsung menjadi sorotan internasional dan memicu reaksi emosional serta diplomatik yang kuat.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik yang semakin memanas di kawasan tersebut.
Setiap eskalasi militer meningkatkan risiko bagi warga sipil termasuk anak-anak yang seharusnya berada di lingkungan aman.
Minab kini menjadi pusat duka warga setempat yang masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai situasi terkini.
Dunia internasional menanti respons lanjutan serta upaya deeskalasi agar korban sipil tidak terus bertambah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

