Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Muncul Dugaan Indonesia Jadi 'Tong Sampah' Pickup India Kadaluarsa BS4

 Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India

Repelita Jakarta - Muncul dugaan kuat bahwa Indonesia dijadikan tempat pembuangan kendaraan pikap usang asal India yang sudah tidak lagi memenuhi standar emisi di negara asalnya.

Eksekutif Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbel Ahmad Safrudin menyatakan impor 105 ribu unit pikap tersebut berpotensi merupakan dumping karena India telah menerapkan standar Bharat Stage 6 setara Euro 6.

Salah satu model yang diimpor yaitu Mahindra Scorpio masih menggunakan standar emisi Bharat Stage 4 yang lebih rendah dan tidak lagi boleh beroperasi di India sejak April 2020.

Regulasi Bharat Stage 6 diterapkan secara nasional melalui Automotive Industry Standard 137 yang dikeluarkan Ministry of Road Transport & Highways India.

Pada 2023 India memperketat lagi dengan Bharat Stage 6 Phase 2 yang menguji emisi melalui Real Driving Emissions di kondisi jalan nyata.

Ahmad Safrudin mengibaratkan impor ini seperti penjualan barang kadaluarsa yang didiskon karena tidak layak lagi di pasar asal.

"Barang busuk, wajar kalau diobral. Kita lihat di pasar-pasar, supermarket, kalau ada kue basah dijual, kalau dibeli sore hari harganya didiskon. Karena penjual tahu, kue itu akan kadaluarsa. Makanya diobral. Konteks ini juga demikian," kata Ahmad Safrudin dalam konferensi pers daring pada Rabu 25 Februari 2026.

PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangani kontrak pengadaan 105 ribu unit kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun dari Mahindra dan Tata Motors.

Rinciannya meliputi 35 ribu unit Scorpio Pick Up dari Mahindra serta 70 ribu unit dari Tata Motors yang terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.

Kendaraan tersebut rencananya digunakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia.

Meski masih sesuai regulasi emisi nasional Indonesia model-model tersebut tidak lagi memenuhi standar terbaru di India sejak enam tahun lalu.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota telah dihubungi terkait tudingan dumping tersebut namun belum memberikan tanggapan lengkap.

Kontroversi ini semakin memanaskan perdebatan seputar aspek lingkungan ekonomi dan kesesuaian teknologi kendaraan impor bagi kebutuhan dalam negeri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved