
Repelita Jakarta - Arsip terbaru Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang dibuka pada Jumat 30 Januari 2026 mengungkapkan bahwa Jeffrey Epstein berupaya keras selama bertahun-tahun untuk mengatur pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Upaya tersebut dilakukan Epstein setelah ia menjalani hukuman pertama atas kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.
Nama Vladimir Putin tercatat muncul sebanyak 1.055 kali dalam dokumen-dokumen tersebut yang mencapai lebih dari tiga juta halaman.
Sebagian besar penyebutan bersifat tidak langsung seperti kutipan dari buletin berita yang masuk ke kotak surel Epstein.
Bukti lain menunjukkan Epstein secara aktif memanfaatkan jaringan kenalannya untuk mendapatkan akses pribadi ke pemimpin Rusia tersebut.
Periode upaya itu berlangsung minimal dari tahun 2013 hingga 2018 atau setahun sebelum kematian Epstein di dalam penjara.
Hingga kini belum ada catatan yang membuktikan bahwa pertemuan antara Epstein dan Putin benar-benar terjadi.
Dokumen juga mengungkap riwayat Epstein yang berusaha memperoleh visa Rusia sejak sekitar tahun 2010.
Dalam salah satu pesannya Epstein sempat bertanya apakah perlu mengurus visa Rusia karena ia mengaku memiliki kenalan dekat dengan Putin.
Pada Agustus 2011 Epstein memberitahu seorang pengusaha asal Uni Emirat Arab bahwa Putin kemungkinan akan datang ke Amerika sehingga pertemuan lebih baik dilakukan di sana daripada di Sochi.
Epstein sering mendiskusikan keinginannya bertemu Putin bersama Thorbjorn Jagland yang saat itu menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Eropa dan pernah bertemu Putin secara resmi.
Pada Mei 2013 Jagland menyarankan agar Epstein mempresentasikan idenya sendiri kepada Putin dan menawarkan bantuan untuk mengatur pertemuan dengan menyinggung minat Rusia terhadap investasi asing.
Antara tahun 2016 hingga 2018 Epstein terus menanyakan perkembangan rencana pertemuan itu kepada Jagland dan bahkan meminta agar topik mata uang digital disampaikan kepada Putin.
Pada 20 Juni 2018 Epstein menyatakan sangat ingin bertemu Putin.
Empat hari kemudian ia meminta Jagland menyampaikan pesan kepada diplomat tinggi Rusia bahwa informasi terkait Donald Trump bisa diperoleh jika berbicara dengannya.
Epstein menyebut nama Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan mengenang bahwa mendiang Duta Besar Rusia Vitaly Churkin pernah memahami Trump setelah berdiskusi dengannya.
Dokumen juga menyertakan korespondensi tahun 2010 antara Epstein dan seseorang dengan alamat surel The Duke yang mengatur makan malam antara Pangeran Andrew dengan seorang wanita Rusia berusia 26 tahun yang digambarkan pintar serta menarik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

