
Repelita Jakarta - Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi mengungkapkan kebingungannya terkait sikap pihak yang mewakili mantan Presiden Joko Widodo setelah ia berhasil memperoleh salinan ijazah melalui putusan Komisi Informasi Pusat dari KPU.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam acara Zoomcast KompasTV pada Kamis 12 Februari 2026.
Bonatua mengatakan bahwa dirinya merasa heran karena tidak ada pihak yang menunjukkan penolakan atau perlawanan setelah dokumen tersebut diterimanya.
Menurutnya semua pihak yang terkait justru menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan.
Bonatua Silalahi menyatakan "Saya juga jadi bingung ini. Jadi enggak ada lawan, semua pada bilang terima kasih."
Ia kemudian menyampaikan dugaan bahwa kemungkinan bukan Joko Widodo sendiri yang menghalangi pemberian salinan ijazah oleh KPU melainkan pihak lain yang terdampak dari pengungkapan tersebut.
Pernyataan tersebut muncul sebagai refleksi atas respons yang justru bersifat positif dan kooperatif dari berbagai kalangan pasca-putusan Komisi Informasi Pusat.
Bonatua menilai situasi ini tidak sesuai dengan ekspektasi awal di mana ia mengira akan ada hambatan signifikan dari kubu terkait.
Kini setelah salinan ijazah berada di tangannya proses selanjutnya menjadi sorotan publik terkait kejelasan dan keabsahan dokumen tersebut.
Pengamat tersebut menekankan bahwa dugaan mengenai pihak ketiga yang mungkin berperan dalam pembatasan akses informasi perlu dikaji lebih lanjut untuk memahami dinamika yang sebenarnya terjadi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

