Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

AS Tuntut Iran Bongkar Fasilitas Nuklir Fordow-Natanz-Isfahan & Serahkan 10.000 Kg Uranium

 Ilustrasi ketegangan antara Iran dan AS. (Freepik)

Repelita Jenewa - Amerika Serikat menuntut Iran untuk membongkar fasilitas pengembangan nuklir utama serta menyerahkan seluruh stok uranium diperkaya yang dimiliki kepada Washington.

Permintaan tersebut disampaikan dalam tahap ketiga perundingan nuklir antara kedua negara di Jenewa Swiss pada Kamis 26 Februari 2026 menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat terkait.

Pihak AS menekan Iran agar menutup tiga fasilitas pengembangan nuklir kunci yaitu Fordow Natanz dan Isfahan.

Washington juga meminta Iran menyerahkan sekitar 10.000 kilogram stok uranium diperkaya yang dimilikinya secara keseluruhan.

Kesepakatan yang diinginkan AS bersifat permanen tanpa batas waktu berlaku.

Kebijakan AS terhadap pengayaan nuklir tetap nol toleransi meskipun kemungkinan mengizinkan operasi reaktor di Teheran.

Izin tersebut hanya untuk pengayaan tingkat rendah dan sangat terbatas demi keperluan medis saja.

Sehari sebelumnya pada Rabu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui bahwa Iran saat ini tidak melakukan pengayaan uranium.

Washington hanya menawarkan keringanan sanksi minimal di tahap awal dengan janji pelonggaran lebih besar jika Iran menunjukkan kepatuhan berkelanjutan.

Perundingan di Jenewa berlangsung dalam format tidak langsung dan langsung antara delegasi AS serta Iran meskipun kedua pihak tidak secara terbuka mengonfirmasi pertemuan langsung.

AS menunjukkan sedikit fleksibilitas terhadap tuntutan Iran untuk mempertahankan hak pengayaan uranium asal Teheran memberikan jaminan kuat bahwa program tersebut tidak mengarah pada senjata nuklir.

Meski demikian Washington tetap menginginkan pengurangan program rudal balistik Iran serta dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan.

Isu rudal dan proksi tidak menjadi fokus utama karena perundingan kali ini difokuskan sepenuhnya pada masalah nuklir.

Sesi perundingan di Jenewa menjadi yang terpanjang dari tiga pertemuan yang dimediasi Oman dengan durasi lebih dari tiga setengah jam dan diperkirakan akan berlanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeli Baghaei menyebut perundingan berlangsung dalam suasana intensif dan serius.

Kedua pihak telah menyampaikan proposal signifikan dan praktis terkait isu nuklir serta pembebasan sanksi.

Baghaei juga menyoroti adanya pernyataan kontradiktif dari sebagian pejabat AS selama proses negosiasi.

Pihak Amerika Serikat hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil perundingan dengan Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved