Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Afghanistan-Pakistan Membara, Iran Tawarkan Bantuan

 Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)

Repelita Teheran - Pemerintah Iran menyatakan kesiapan memberikan bantuan untuk memfasilitasi dialog antara Afghanistan dan Pakistan yang kembali terlibat pertempuran sengit pekan ini.

Tawaran tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melalui pernyataan di media sosial X pada Jumat 27 Februari 2026 seperti dilansir AFP.

"Republik Islam Iran siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan untuk memfasilitasi dialog, dan meningkatkan kesepahaman dan kerja sama antara kedua negara," kata Araghchi dalam unggahannya.

Pakistan sebelumnya menyatakan kedua negara berada dalam perang terbuka setelah militer Islamabad membombardir beberapa wilayah Afghanistan termasuk ibu kota Kabul.

Serangan itu terjadi pada Jumat pagi sebagai respons atas serangan yang diduga dilancarkan pasukan Afghanistan pada Kamis malam sebelumnya.

Otoritas Pakistan mengklaim pasukannya berhasil menewaskan 133 petempur Taliban Afghanistan dalam operasi tersebut.

Sementara pemerintahan Taliban menyatakan telah melakukan serangan balasan yang menewaskan 55 tentara Pakistan dengan beberapa lainnya ditangkap hidup-hidup.

Hubungan tegang kedua negara dipicu perselisihan berkepanjangan terkait tuduhan Pakistan bahwa Afghanistan melindungi militan yang melakukan serangan lintas perbatasan.

Pemerintah Taliban membantah tuduhan tersebut dan menegaskan serangan mereka merupakan balasan atas serangan udara mematikan sebelumnya.

Gencatan senjata rapuh yang dimediasi Qatar dan Turki sejak Oktober tahun lalu telah runtuh akibat gelombang kekerasan terbaru ini.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan kesabaran negaranya telah habis dan kini berada dalam konfrontasi habis-habisan.

"Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda (Afghanistan-red)," tegas Asif dalam pernyataannya.

Iran yang berbagi perbatasan dengan kedua negara telah menjalin hubungan dekat dengan Islamabad serta terlibat dengan otoritas Taliban di Kabul meski belum secara resmi mengakui kekuasaan Taliban.

Pada Oktober tahun lalu ketika pertempuran pertama pecah Iran juga menawarkan diri sebagai mediator antara kedua belah pihak.

Peran Iran sebagai fasilitator diharapkan dapat membantu meredakan ketegangan dan membuka jalan dialog konstruktif antara Afghanistan dan Pakistan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved