
Repelita Jakarta - Ambisi Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun dinasti politik semakin terlihat jelas.
Setelah dua periode menjabat sebagai presiden, Jokowi tampaknya belum ingin melepaskan pengaruhnya di panggung politik nasional.
Hal ini terlihat dari dua langkah strategis yang ia lakukan.
Pertama, mendorong putranya, Gibran Rakabuming Raka, untuk terus berkiprah di dunia politik.
Kedua, memberikan dukungan penuh kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Dengan dua kekuatan ini, Jokowi diduga tengah mempersiapkan fondasi bagi dinasti politiknya di masa depan.
Seorang pengamat politik menilai bahwa Jokowi ingin memastikan bahwa keluarganya tetap memiliki peran penting dalam pemerintahan Indonesia.
"Melalui dua event besar politik ini, bisa jadi Jokowi ingin memperkuat dinasti politiknya di kancah nasional," ujarnya.
Dukungan Jokowi terhadap PSI, menurut pengamat tersebut, adalah bagian dari strategi untuk memperkuat posisi Kaesang.
Jika PSI berhasil lolos ambang batas parlemen, Kaesang akan memiliki platform yang lebih kuat untuk melangkah ke jenjang politik yang lebih tinggi.
"Kekuatan PSI dengan Kaesang akan menopang dinasti politik yang dibangun Jokowi," katanya.
Selain itu, Jokowi juga diyakini ingin mempertahankan Gibran sebagai pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres mendatang.
Jika Gibran terus mendampingi Prabowo, peluangnya untuk menjadi presiden di masa depan akan semakin besar.
"Kalau Gibran bisa tetap mendampingi Prabowo pada 2029 tentu memudahkan Jokowi untuk mengantarkan anaknya menjadi presiden pada Pilpres 2034," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

