Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Tudingan Dugaan Child Grooming Menyeret Nama Rian D’Masiv, Pengakuan di Threads Picu Polemik Publik

 Sosok Wanita yang Ngaku Korban Child Grooming Rian DMasiv Siapa? Ex Member  JKT48 Ikut Terseret - Poskota

Repelita Jakarta - Vokalis band D'Masiv, Rian, menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet setelah muncul tudingan keterlibatannya dalam dugaan child grooming.

Isu tersebut mengemuka setelah seorang pengguna media sosial Threads mengaku pernah menjadi korban perlakuan tidak pantas dari musisi tersebut.

Pengakuan itu diunggah melalui akun Threads dengan identitas @uhhhh.melia yang menyatakan memiliki pengalaman tidak menyenangkan terkait Rian.

Dalam narasinya, pemilik akun mengungkapkan pernah diminta datang ke lokasi tempat Rian berada untuk menginap pada pukul tiga pagi.

Ajakan tersebut dinilai tidak wajar dan dianggap memiliki maksud-maksud tertentu di balik undangan pada jam larut itu.

Dia juga menceritakan pernah bertemu dengan Rian di sebuah klub malam yang terletak di daerah Bali.

Dalam pertemuan itu, dia mengaku diperlakukan secara tidak sopan dengan mengatakan sempat dipegang-pegang di depan umum.

Perlakuan tersebut dinilai semakin tidak pantas mengingat Rian diketahui telah memiliki ikatan pernikahan dengan seorang istri.

Selain berbagi cerita, akun tersebut juga membagikan beberapa tangkapan layar percakapan sebagai bahan bukti atas klaim yang disampaikannya.

Dalam keterangan lebih lanjut, dia menyebut niat awalnya adalah memberikan informasi kepada istri Rian mengenai perilaku sang vokalis.

Perilaku yang dimaksud adalah kebiasaan Rian yang disebut sering menggoda beberapa perempuan di berbagai kesempatan.

Namun alih-alih mendapatkan respons positif, dia justru dituding sedang mencari popularitas atau ingin menjadi perhatian.

Akun itu menuliskan keluhannya pada hari Senin tanggal 19 Januari 2026 mengenai pengalamannya berkomunikasi dengan keluarga tersebut.

Pemilik akun juga mengklaim dirinya merupakan korban dari tindakan child grooming berdasarkan definisi yang dipahaminya.

Dia menyatakan telah mengenal Rian sejak masih berusia dua belas tahun sehingga menganggap peristiwa yang dialaminya termasuk dalam kategori itu.

Pengakuan ini muncul seiring dengan meningkatnya pembahasan publik mengenai kasus-kasus child grooming di berbagai platform media.

Salah satu kasus yang sempat diungkap sebelumnya adalah pengalaman yang dibagikan oleh aktris Aurelie Moeremans.

Meski demikian, tidak semua warganet langsung mempercayai klaim yang disampaikan oleh akun tersebut.

Sejumlah netizen justru mempertanyakan keakuratan terminologi yang digunakan dalam menggambarkan peristiwa tersebut.

Mereka berpendapat bahwa kejadian yang diceritakan lebih mendekati bentuk pelecehan seksual dibandingkan child grooming.

Pertimbangan itu didasarkan pada fakta bahwa interaksi yang dipersoalkan terjadi ketika usia perempuan tersebut sudah termasuk kategori dewasa menurut hukum.

Salah satu akun bernama @bungandrwt memberikan tanggapan tertanggal Senin 19 Januari 2026 yang mempertanyakan klasifikasi kasus ini.

Hingga saat berita ini disusun, Rian D'Masiv belum memberikan pernyataan resmi terkait berbagai tudingan yang beredar luas.

Di media sosial, dia terpantau tetap aktif melakukan aktivitas berkarya bersama bandnya dan menjalani jadwal pertunjukan.

Rian tampak terus menghibur para penggemar tanpa memberikan respons langsung terhadap kabar yang sedang viral tersebut.

Publik masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak vokalis atau manajemen mengenai kebenaran informasi yang beredar.

Isu ini menunjukkan betapa sensitifnya masalah yang berkaitan dengan dugaan pelecehan dan perlindungan terhadap anak maupun perempuan.

Masyarakat diharapkan dapat bersikap bijak dengan tidak langsung menyimpulkan sebelum ada penjelasan lengkap dari pihak terkait.

Proses verifikasi informasi sangat penting dalam menyikapi berbagai pengakuan yang beredar di platform media sosial.

Setiap pihak yang merasa dirugikan berhak untuk menyampaikan laporan resmi kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

Demikian pula dengan pihak yang dituding memiliki hak untuk membela diri dan memberikan klarifikasi atas segala tudingan.

Isu ini juga mengingatkan pentingnya edukasi mengenai batasan-batasan dalam interaksi sosial untuk mencegah kesalahpahaman.

Masyarakat diharapkan dapat lebih kritis dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya lebih luas lagi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved