
Repelita Jakarta - Kekayaan pribadi Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo kini menjadi perhatian publik menyusul adanya isu penggelembungan nilai proyek penataan jalan.
Isu tersebut terkait dengan paket pekerjaan penataan Jalan HR Rasuna Said yang mencakup pembongkaran tiang monorel dengan anggaran mencapai seratus tiga belas koma delapan miliar rupiah.
Nilai tersebut lebih besar dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyebutkan anggaran tidak mencapai angka seratus miliar rupiah.
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi menyampaikan adanya indikasi penggelembungan nilai anggaran dalam proyek tersebut.
Pada Senin 12 Januari 2026 dia menyebutkan bahwa nilai sebenarnya dari pekerjaan penataan jalan dan pembongkaran monorel adalah seratus tiga belas miliar delapan ratus empat puluh empat juta empat ratus enam puluh satu ribu seratus enam puluh delapan rupiah.
Dia menambahkan bahwa jika setiap tiang monorel dihargai sekitar satu miliar rupiah maka hal tersebut terlihat sangat tidak wajar sehingga patut diduga terjadi praktik penggelembungan anggaran.
Uchok juga menilai pengelolaan anggaran yang dilakukan oleh Heru Suwondo terkesan boros dan berpotensi penyimpangan karena tidak menerapkan mekanisme pelelangan secara terbuka.
Isu tersebut kemudian mendorong publik untuk memperhatikan kekayaan yang dimiliki oleh pejabat tinggi Dinas Bina Marga tersebut.
Berdasarkan data dari laman elektronik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Heru Suwondo terakhir melaporkan kekayaannya pada bulan Maret tahun dua ribu dua puluh lima.
Laporan tersebut mencatat total kekayaan Heru Suwondo sebesar dua belas koma tujuh miliar rupiah dengan rincian sebagai berikut.
Aset dalam bentuk tanah dan bangunan senilai delapan miliar delapan ratus tujuh puluh juta rupiah.
Kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai tiga ratus tiga puluh tujuh juta rupiah.
Harta bergerak lainnya dengan nilai dua ratus tujuh puluh satu juta rupiah.
Kas serta setara kas mencapai dua miliar empat ratus sembilan puluh juta rupiah.
Kategori harta lainnya senilai satu miliar dua ratus juta rupiah.
Sementara itu tercatat kewajiban atau hutang sebesar empat ratus tujuh belas juta rupiah.
Demikianlah rincian harta kekayaan pejabat yang namanya kini ramai diperbincangkan seiring dengan sorotan terhadap anggaran penataan jalan di Ibu Kota.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

