Repelita Makassar - Sebuah pernyataan dari mantan Presiden Joko Widodo yang menyatakan kesediaannya untuk bekerja keras demi Partai Solidaritas Indonesia memicu beragam tanggapan di ruang digital. Pernyataan yang disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional PSI di Makassar itu langsung mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, termasuk penulis ternama Tere Liye.
Tere Liye mengutip pernyataan Jokowi dengan gaya khasnya melalui sebuah unggahan di media sosial. Dia menuliskan kutipan, "Saya akan bekerja keras, mati-matian untuk anak, mantu, cucu, dan keluarga saya," yang diikuti dengan komentar kritisnya sendiri.
Penulis tersebut kemudian memberikan penilaian pedas dengan menyatakan bahwa banyak orang yang masih tertipu oleh narasi perjuangan dari bawah. Menurutnya, mereka yang berjuang di level bawah hanya akan mendapatkan imbalan yang tidak sebanding seperti jabatan kecil, amplop, sembako, atau proyek-proyek dengan nilai terbatas.
Tere Liye secara tegas menyebut bahwa proyek-proyek besar senilai triliunan rupiah bukanlah untuk kalangan bawah melainkan dinikmati oleh pihak-pihak di tingkat atas. Unggahan ini mendapatkan berbagai respons dari netizen, termasuk komentar dari akun bernama Patria Tama yang menyebut figur terkait sebagai "The real Fir'aun".
Netizen lain bernama Mursi Abdullah memberikan komentar bernada satire dengan mengingatkan janji Jokowi untuk pensiun di Solo dan mengurusi organisasi lingkungan. Komentar tersebut diakhiri dengan emotikon tawa yang seolah menyoroti perbedaan antara pernyataan sebelumnya dengan keterlibatan aktif dalam partai politik saat ini.
Pernyataan resmi Joko Widodo tentang kesediaannya bekerja keras untuk PSI dilaporkan oleh media pada Sabtu, 31 Januari 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks dukungan penuhnya terhadap partai yang kini dipimpin oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Dinamika ini memperlihatkan bagaimana pernyataan politik dari figur publik dapat dengan cepat memantik diskusi dan perdebatan di ruang digital. Setiap pernyataan yang dilontarkan oleh mantan presiden tersebut terus mendapatkan analisis dan interpretasi dari berbagai kalangan masyarakat.(*)






Editor: 91224 R-ID Elok

