Repelita Jakarta - Penulis Tere Liye mengungkapkan keyakinannya bahwa mayoritas pemilih yang mendukung pemerintahan saat ini merupakan kelompok masyarakat dengan pekerjaan yang stabil dan tingkat pendapatan yang tinggi.
Pernyataan itu disampaikan dalam konteks responsnya terhadap perdebatan publik mengenai prioritas antara program bantuan sosial dan penciptaan lapangan kerja.
Ia berpendapat bahwa program Makanan Bergizi Gratis memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan isu lapangan pekerjaan.
Tere Liye juga menyoroti bahwa kalangan oposisi dinilainya masih berkutat dengan persoalan bantuan sembako amplop dan kaos sebagai isu politik sehari-hari.
Menurutnya kelompok oposisi tersebut masih banyak yang bergantung pada pekerjaan serabutan dengan upah di bawah standar upah minimum provinsi.
Bahkan sebagian dari mereka disebut hanya memperoleh penghasilan sekitar lima puluh ribu rupiah per harinya berdasarkan pengamatannya.
Pernyataan penulis ternama ini menyulut beragam reaksi dan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Beberapa pihak mendukung pandangannya sebagai cerminan realitas sosial ekonomi yang terjadi di lapangan.
Sementara itu tidak sedikit pula yang mengkritik pernyataan tersebut sebagai penyederhanaan masalah yang justru dapat memecah belah masyarakat.
Isu kesenjangan ekonomi dan perbedaan akses terhadap lapangan kerja yang layak memang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Program Makanan Bergizi Gratis sendiri digulirkan pemerintah sebagai salah satu upaya mengatasi masalah gizi buruk dan stunting.
Di sisi lain penciptaan lapangan kerja yang berkualitas tetap menjadi komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai pelatihan keterampilan dan program kewirausahaan telah dijalankan untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja.
Namun perbedaan pandangan mengenai prioritas kebijakan publik seperti ini merupakan hal yang wajar dalam dinamika demokrasi.
Penting bagi semua pihak untuk dapat berdialog secara konstruktif guna mencari solusi terbaik bagi bangsa.
Dengan semangat gotong royong diharapkan perbedaan pendapat dapat disatukan dalam tujuan bersama membangun Indonesia yang lebih maju.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

