
Repelita Jakarta - Rusdi Masse Mappasessu memutuskan untuk meninggalkan Partai NasDem dan jabatannya sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia.
Analis politik Erizal dalam tulisannya mempertanyakan alasan di balik perpindahan tersebut, mengingat PSI belum memiliki kursi di parlemen sementara NasDem merupakan partai besar dengan 69 kursi.
Erizal menyoroti bahwa keputusan Rusdi Masse untuk melepaskan posisi mentereng sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini berbeda dengan perpindahan kader NasDem sebelumnya seperti Ahmad Ali dan Bestari Barus.
Menurut Erizal, dalam dunia politik para politisi pada umumnya mencari posisi dan kenyamanan, sehingga langkah meninggalkan partai besar untuk partai tanpa kursi di DPR dianggap mengada-ada.
Ia berpendapat bahwa strategi yang dijalankan PSI saat ini dalam merebut tokoh-tokoh mapan mirip dengan apa yang pernah dilakukan NasDem di masa lalu.
Erizal juga mengemukakan bahwa Surya Paloh sebagai Ketua Umum NasDem dipastikan tidak akan tinggal diam dan diperkirakan sedang menyiapkan strategi baru.
Terkait heboh perpindahan kader ini, Erizal menyebutkan bahwa Sulawesi Selatan yang disebut akan dijadikan 'Kandang Gajah' oleh PSI sebenarnya adalah basis kuat Partai Golkar sejak lama.
Erizal mengakhiri analisisnya dengan pertanyaan terbuka apakah manuver PSI ini akan menurunkan suara NasDem atau justru disambut dengan kejutan balasan dari Surya Paloh.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

