
Repelita Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman telah menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan yang diembannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tekanan di pasar modal.
Langkah pengunduran diri itu diambil menyusul kondisi pelemahan tajam yang dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan selama dua hari berturut-turut pada hari Rabu dan Kamis.
Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia ujar Iman seperti dikutip pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2025.
Iman menyampaikan harapannya agar keputusan yang diambilnya dapat menjadi yang terbaik bagi perkembangan pasar modal Indonesia ke depannya.
Ia juga berharap langkah tersebut mampu mendorong proses perbaikan yang berkelanjutan di dalam ekosistem bursa efek nasional.
Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik katanya.
Mengenai kelanjutan kepemimpinan di Bursa Efek Indonesia akan ditunjuk seorang pelaksana tugas Direktur Utama sesuai dengan ketentuan anggaran dasar yang berlaku.
Penunjukan pelaksana tugas tersebut bersifat sementara hingga ditetapkannya pimpinan definitif yang baru untuk mengisi posisi tersebut.
Bursa Efek Indonesia merupakan satu-satunya lembaga yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem serta sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek di wilayah Republik Indonesia.
Secara sederhana BEI berfungsi sebagai pasar resmi tempat berbagai perusahaan mencari modal dan investor melakukan transaksi instrumen investasi seperti saham obligasi dan reksa dana.
Fungsi utama Bursa Efek Indonesia meliputi peran sebagai fasilitator perdagangan efek penyedia infrastruktur transaksi hingga pengawasan kepatuhan perusahaan yang tercatat sebagai emiten.
Hingga bulan Januari tahun 2026 jumlah perusahaan yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia telah mencapai sembilan ratus lima puluh enam perusahaan.
Bursa Efek Indonesia menargetkan penambahan sebanyak lima puluh emiten baru melalui penawaran umum perdana saham sepanjang tahun 2026.
Saat ini telah terdapat sekitar tujuh perusahaan yang masuk dalam antrean untuk melakukan penawaran umum perdana saham pada kuartal pertama tahun 2026.
Visi jangka panjang Bursa Efek Indonesia adalah mencapai total emiten sebanyak seribu dua ratus perusahaan pada tahun 2029.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

