Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Tempo Soroti Narasi 'Antek Asing' yang Kerap Dilontarkan Presiden Prabowo Subianto

 

Repelita Jakarta - Media massa Tempo mengangkat pemberitaan mengenai narasi yang kerap dilontarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam artikel yang terbit pada hari Ahad tanggal 25 Januari 2026, Tempo membahas penggunaan istilah "antek asing" oleh kepala negara.

Tulisan tersebut berjudul "Mengapa Prabowo Menuduh TEMPO Sebagai Antek Asing" yang merespons pernyataan presiden.

"Prabowo Subianto acap kali melontarkan tuduhan mengenai antek asing. Narasi untuk menciptakan musuh bersama," tulis Tempo dalam artikelnya.

Tuduhan terhadap Tempo disebut dilontarkan dalam suatu pertemuan antara presiden dengan komunitas akademik.

Pertemuan itu berlangsung di halaman Istana Merdeka pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2026.

Presiden Prabowo Subianto menerima kehadiran seribu lebih rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, kepala negara menyampaikan taklimat yang berdurasi sekitar tiga jam kepada para tamu.

Narasi mengenai "antek asing" muncul dalam konteks pembahasan mengenai kritik media dan rencana regulasi baru pemerintah.

Tempo melihat narasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun persepsi mengenai musuh bersama di mata publik.

Media ini telah menjadi salah satu pihak yang secara spesifik disebut dalam konteks tuduhan tersebut.

Pemberitaan Tempo mengundang perhatian luas mengingat posisinya sebagai salah satu media terkemuka di Indonesia.

Isu ini muncul di tengah wacana pemerintah mengenai rencana regulasi baru di sektor media.

Pertemuan dengan para akademisi merupakan bagian dari serangkaian konsultasi publik yang dilakukan pemerintah.

Narasi yang sama sebelumnya juga pernah dilontarkan oleh presiden dalam berbagai kesempatan resmi lainnya.

Penggunaan istilah tersebut sering kali dikaitkan dengan respons terhadap kritik atau pemberitaan yang dinilai negatif.

Dinamika hubungan antara pemerintah dan media menjadi sorotan dalam perkembangan demokrasi di Indonesia.

Tempo merupakan media yang memiliki sejarah panjang dalam pemberitaan politik dan investigasi di tanah air.

Artikel tersebut memicu diskusi mengenai batasan antara kritik media dan narasi yang bersifat politis.

Pemerintah belum memberikan tanggapan resmi terhadap pemberitaan yang dimuat oleh Tempo tersebut.

Pertemuan dengan para rektor dan guru besar dimaksudkan untuk mendengar masukan dari kalangan intelektual.

Isu regulasi media diperkirakan akan terus menjadi bahan perdebatan publik dalam beberapa waktu ke depan.

Setiap perkembangan terkait hubungan pemerintah dan media akan dipantau oleh berbagai pemangku kepentingan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved