Repelita Aceh Tengah – Lubang besar yang terbentuk secara alami di Desa Pondok Balik Kecamatan Ketol terus mengalami perluasan dan menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat setempat.
Pemerintah daerah menjelaskan bahwa fenomena geologis ini bermula dari rangkaian peristiwa bencana alam yang terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menerangkan bahwa kemunculan awal sinkhole dipicu oleh aktivitas gempa bumi yang kemudian diikuti oleh peristiwa longsor berskala besar.
Situasi semakin diperparah dengan tingginya intensitas curah hujan yang terus menerus mengguyur kawasan itu, ditambah karakteristik tanah setempat yang didominasi material pasir dengan daya ikat sangat rendah sehingga sangat rentan mengalami pergerakan.
Seiring berjalannya waktu, lubang yang awalnya memiliki diameter terbatas terus melebar akibat belum adanya intervensi teknis yang intensif sejak pertama kali teridentifikasi.
Saat ini kedalaman lubang dilaporkan telah mencapai sekitar seratus meter dengan kondisi yang masih aktif mengalami penambahan akibat longsoran material tanah yang berlangsung setiap harinya.
Pemerintah Kabupaten telah mengeluarkan imbauan agar warga yang bermukim di sekitar zona rawan segera mengungsi menuju lokasi yang lebih aman untuk sementara waktu. Namun langkah relokasi ini belum dapat dianggap sebagai solusi permanen karena pergerakan tanah masih terus berlanjut dan berpotensi meluas hingga mencapai area permukiman penduduk.
Selain mengancam keamanan rumah warga, fenomena amblesan tanah ini juga berdampak serius terhadap infrastruktur vital di sekitarnya.
Jalan utama penghubung telah terputus total sementara jaringan listrik dan telekomunikasi berada dalam kondisi terancam apabila pergerakan tanah terus meluas ke arah infrastruktur tersebut.
Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara serta penyedia layanan telekomunikasi untuk segera memulai proses relokasi infrastruktur guna mencegah terputusnya pasokan listrik dan konektivitas komunikasi.
Sebagai langkah darurat, telah dibuka jalur alternatif pengganti rute yang terputus dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menyiram area guna mengurangi dampak debu tebal akibat aktivitas tanah bergerak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

