Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Politikus PKS: Materi Mens Rea Pandji adalah "Bunganya Demokrasi", Hilangkan Budaya Saling Lapor

 

Repelita Jakarta - Politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera memberikan pandangannya mengenai polemik yang sedang dihadapi oleh komika Pandji Pragiwaksono terkait materi pertunjukannya.

Polemik tersebut muncul setelah Pandji membawakan materi stand up comedy berjudul Mens Rea yang mendapatkan sorotan luas dari publik karena dinilai menyinggung beberapa pihak.

Salah satu hal yang disinggung dalam materi tersebut adalah figur Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka yang menimbulkan berbagai reaksi.

Melalui akun media sosial X pribadinya Mardani Ali Sera menyampaikan sudut pandang berbeda mengenai konten yang dibawakan oleh Pandji.

Menurutnya materi Mens Rea justru memberikan kesegaran baru dalam memandang realitas politik yang terjadi di masyarakat.

Kesegaran tersebut dinilainya sebagai hal yang positif dan merupakan bagian dari bunga demokrasi yang sedang berkembang.

Pernyataan Mardani itu dikutip pada hari Selasa tanggal tiga belas Januari dua ribu dua puluh enam melalui platform media sosial.

Dia berharap agar budaya saling melaporkan satu sama lain ke ranah hukum dapat segera dihilangkan dari kehidupan berbangsa.

Yang perlu ditumbuhkan menurutnya justru budaya untuk bisa saling menerima dan memiliki kelapangan dada dalam menghadapi berbagai proses yang terjadi.

Dia menjelaskan pentingnya menghilangkan budaya saling lapor dan menggantinya dengan budaya saling lapang dada serta menikmati semua proses yang ada.

Lebih jauh Mardani berpendapat bahwa jika sikap ini dapat diimplementasikan maka akan tercipta suatu babak baru dalam berinteraksi.

Dalam babak baru tersebut bahasa dan rasa akan menjadi bumbu yang mengiringi setiap pertunjukan atau ekspresi seni seperti stand up comedy.

Dia menegaskan bahwa dalam konteks rasa dan bahasa, pertunjukan semacam itu justru menjadi bumbu yang memperkaya dinamika sosial politik.

Pernyataan politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menambah dimensi diskusi publik mengenai batas-batas kebebasan berekspresi dan kritik dalam ruang demokrasi.

Berbagai pandangan terus bermunculan menyikapi konten komedi yang menyentuh aspek politik dan figur publik di Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved