Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

KNKT Berhasil Unduh Data FDR dan CVR Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung

 

Repelita Makassar - Proses investigasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT mengalami perkembangan signifikan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi berhasil mengunduh data dari dua perangkat vital. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan bahwa Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder telah siap untuk dianalisis lebih mendalam guna mengungkap penyebab insiden penerbangan rute Yogyakarta-Makassar tersebut.

Soerjanto Tjahjono menjelaskan bahwa keberhasilan dalam proses pembacaan data kedua instrumen tersebut menjadi tonggak penting dalam rangkaian investigasi kecelakaan. Flight Data Recorder tercatat berhasil merekam aktivitas pengoperasian pesawat selama seratus tujuh puluh satu jam dengan mencakup lebih dari seratus delapan puluh parameter data penerbangan yang berbeda.

Sementara Cockpit Voice Recorder berfungsi dengan baik dengan merekam percakapan di dalam kokpit pesawat selama sekitar dua jam. Momen-momen kritis saat pesawat mengalami insiden dalam perjalanan menuju Makassar terekam secara jelas oleh kedua alat perekam data yang sering disebut sebagai kotak hitam tersebut.

Data yang berhasil diambil diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai situasi teknis maupun dinamika komunikasi antar kru pesawat sebelum terjadi insiden. Analisis komprehensif terhadap ribuan parameter yang terekam akan dilakukan secara cermat dan hati-hati sesuai dengan standar internasional investigasi keselamatan penerbangan.

Dalam proses investigasi ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi tidak bekerja secara mandiri melainkan melibatkan tenaga ahli internasional. Hal ini mengingat pesawat yang terlibat merupakan produk manufaktur luar negeri sehingga memerlukan keahlian spesifik dari negara pembuat.

Proses pengunduhan dan analisis data turut melibatkan perwakilan terakreditasi dari Bureau d'Enquêtes et d'Analyses pour la sécurité de l'aviation civile Prancis serta penasihat teknis dari Avions de Transport Régional sebagai produsen pesawat. Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat memberikan hasil investigasi yang komprehensif dan akurat.

Meskipun data utama telah berhasil diamankan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi meminta kesabaran masyarakat menantikan hasil akhir investigasi. Tim masih melakukan kajian mendalam terhadap ribuan parameter penerbangan yang terekam dalam kedua perangkat perekam data tersebut.

Seluruh tahapan analisis dilakukan dengan mengikuti standar serta ketentuan investigasi keselamatan penerbangan yang berlaku secara internasional. Hasil investigasi nantinya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi keselamatan penerbangan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah menerima kedua perangkat perekam data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Proses penyerahan dilakukan di Kantor Basarnas Kelas A Makassar pada hari Kamis, 22 Januari 2026, dengan disaksikan oleh berbagai pejabat terkait.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban dalam insiden tragis yang menewaskan sepuluh orang tersebut. Tujuh orang merupakan kru pesawat sementara tiga lainnya adalah penumpang yang turut menjadi korban dalam musibah ini.

Pesawat ATR 42-500 mengalami kecelakaan dengan menabrak Gunung Bulusaraung pada hari Sabtu, 17 Januari 2026. Investigasi komprehensif baru dapat dilakukan setelah komponen penting pesawat tersebut berada di tangan tim investigasi yang berwenang.

Flight Data Recorder merekam sekitar delapan puluh delapan parameter penerbangan mulai dari ketinggian, kecepatan, hingga berbagai data teknis lain yang berkaitan dengan kondisi pesawat selama terbang. Sementara Cockpit Voice Recorder memiliki empat saluran perekaman yang mencakup berbagai jenis komunikasi selama penerbangan.

Saluran pertama merekam komunikasi antara pesawat dengan menara pengawas lalu lintas udara, saluran kedua menangkap percakapan antara pilot, saluran ketiga merekam komunikasi dari kokpit ke kabin penumpang, dan saluran keempat menangkap semua suara yang ada di dalam kokpit pesawat.

Warna oranye pada perangkat perekam data dipilih secara khusus agar mudah dikenali dan ditemukan saat terjadi kecelakaan. Meskipun sering disebut sebagai kotak hitam, warna cerah justru membantu tim pencari dalam mengidentifikasi perangkat penting tersebut di antara reruntuhan.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi berkomitmen untuk mengungkap penyebab kecelakaan berdasarkan data yang akurat dan objektif. Hasil investigasi akan dituangkan dalam laporan resmi yang memuat berbagai rekomendasi perbaikan sistem keselamatan penerbangan di Indonesia.

Apabila dianggap mendesak, rekomendasi keselamatan dapat dikeluarkan lebih awal sebelum laporan investigasi akhir rampung sepenuhnya. Pendekatan ini bertujuan untuk segera melakukan perbaikan sistem yang diperlukan untuk mencegah kemungkinan terulangnya insiden serupa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved