
Repelita Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan mengenai kontroversi yang melibatkan komika Pandji Pragiwaksono setelah tayangan stand up comedy berjudul Mens Rea ramai diperbincangkan.
Dalam sebuah diskusi santai di kanal YouTube Tretan Universe, Gibran menyatakan kritik dan humor dalam pertunjukan komedi sebaiknya direspons dengan sikap tenang dan kepala dingin.
Menurutnya, tidak tepat apabila candaan dalam komedi dibalas dengan tindakan persekusi atau pelaporan ke jalur hukum.
Gibran menegaskan materi yang disampaikan Pandji pada hakikatnya merupakan bentuk kritik sosial yang ditujukan kepada berbagai pihak termasuk pemerintah.
Dia menilai tidak ada alasan untuk membawa lelucon komedi ke ranah saling melaporkan satu sama lain ke pihak berwajib.
Gibran juga menekankan agar keluarga tidak diikutsertakan dalam polemik seperti ini karena mereka tidak memiliki kesalahan apa pun.
"Dibilang ngantuk, ya santai saja. Dari lahir mata saya memang seperti ini. Dibawa lucu-lucuan saja," ujarnya sambil tertawa menanggapi candaan terkait penampilannya.
Terkait laporan hukum yang sempat beredar, Gibran menyatakan tidak mengetahui rincian dan detail dari laporan tersebut.
Dia menegaskan bahwa laporan yang ada tidak memiliki hubungan langsung dengan dirinya secara pribadi.
Klaim yang mengatasnamakan organisasi tertentu juga sudah diklarifikasi dan ternyata tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Gibran mengingatkan bahwa stand up comedy merupakan acara komedi dengan gaya bercanda yang khas bagi para penggemar lama genre tersebut.
Dalam obrolan yang dipandu oleh Tretan Muslim dan Coki Pardede itu, Gibran menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi.
Dia memastikan masyarakat termasuk kreator konten dan komedian tidak perlu merasa takut selama kritik disampaikan dalam koridor yang benar dan sesuai etika.
Gibran juga turut membahas berbagai isu nasional lainnya mulai dari upaya percepatan pembangunan di wilayah Papua hingga kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Dia memastikan bahwa pembangunan IKN berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan bahkan dalam beberapa aspek dipercepat pengerjaannya.
Kawasan IKN saat ini mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat terutama setelah akses jalan tol menuju lokasi tersebut dibuka untuk umum.
Target penyelesaian kawasan yudikatif dan legislatif di IKN dipatok pada tahun 2028 mendatang sesuai dengan perencanaan awal.
Di akhir perbincangan, Gibran kembali menegaskan sikapnya yang memilih merespons kritik dan candaan dengan santai tanpa emosi berlebihan.
Menurutnya, sikap yang terlalu reaktif justru tidak akan menyelesaikan persoalan dan dapat menimbulkan polemik berkepanjangan.
Dia mengaku sudah terbiasa dijadikan bahan candaan sejak lama dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa dalam kehidupan publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

