
Repelita Jakarta - Pemerintah telah menyiapkan sejumlah lahan eks Hak Guna Usaha yang tersebar di berbagai provinsi untuk dijadikan lokasi pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak banjir besar di wilayah Sumatera.
Di Provinsi Aceh terdapat lahan eks HGU seluas delapan puluh satu ribu lima ratus lima puluh satu hektare yang berada di delapan belas kabupaten dan siap dimanfaatkan.
Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menyatakan pihaknya masih menunggu permintaan resmi dari Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera yang dipimpin Tito Karnavian.
Lahan-lahan tersebut berada dalam jarak satu hingga lima kilometer dari kawasan terdampak banjir sehingga memudahkan akses bagi masyarakat.
Ini berpotensi menjadi huntap tinggal kebutuhan berapa kami menunggu dari Pak Satgas Tito Karnavian ujar Nusron dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen Senayan Jakarta pada Senin sembilan belas Januari dua ribu dua puluh enam.
Kementerian ATR BPN mencatat delapan puluh ribu empat puluh tujuh hektare lahan eks HGU di Aceh telah ditetapkan sebagai tanah terlantar.
Selain itu sepuluh bidang HGU seluas dua ribu lima ratus empat puluh enam hektare juga telah dinyatakan terlantar dan terletak dalam radius satu kilometer dari lokasi bencana.
Terdapat pula dua HGU seluas sekitar satu ribu lima ratus tiga hektare yang masa berlakunya sudah habis serta satu HGU seluas seratus tujuh puluh delapan hektare yang berada dalam radius satu kilometer dari area banjir.
Artinya seandainya nanti untuk huntap ingin menggunakan bekas HGU maupun menggunakan HGU yang jaraknya satu kilometer aman kita sudah siapkan katanya.
Di Provinsi Sumatera Utara pemerintah mengidentifikasi delapan belas HGU dengan total luas dua puluh empat ribu empat ratus delapan belas hektare yang berpotensi menjadi lokasi hunian tetap.
Dari jumlah tersebut lima belas HGU seluas dua puluh dua ribu tujuh ratus tujuh puluh satu hektare telah ditetapkan sebagai tanah terlantar.
Tiga HGU lainnya seluas satu ribu enam ratus empat puluh tujuh hektare memiliki masa berlaku yang telah berakhir sehingga lahan tersebut dapat langsung dialokasikan.
Kemudian untuk Provinsi Sumatera Utara terdapat potensi HGU sebanyak delapan belas HGU seluas dua puluh empat ribu empat ratus delapan belas hektare yang dapat berpotensi menjadi huntap ucap Nusron.
Di Provinsi Sumatera Barat terdapat potensi tiga puluh tiga HGU dengan luas keseluruhan delapan puluh delapan ribu empat ratus empat puluh lima hektare yang siap dimanfaatkan.
Tiga puluh HGU di antaranya telah ditetapkan sebagai tanah terlantar sementara dua HGU seluas satu ribu dua ratus empat puluh sembilan hektare berada dalam radius satu kilometer dari lokasi bencana.
Tiga HGU seluas delapan ratus tiga puluh lima hektare telah berakhir masa berlakunya serta dua HGU lainnya seluas lima ratus empat belas hektare juga berakhir dan terletak dekat area terdampak.
Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana melalui penyediaan hunian yang strategis dan aman.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

