Repelita Jakarta - Tersangka dalam kasus yang terkait dengan polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo mengumumkan rencana penerbitan sebuah buku kontroversial.
Tifauzia Tyassuma yang dikenal sebagai Dokter Tifa menyatakan akan segera merilis karya tulis yang berfokus pada figur Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Buku bertajuk 'Gibran Black Brain' tersebut merupakan bagian dari sebuah trilogi yang disusun bersama dua rekannya yaitu Roy Suryo dan Rismon Sianipar.
Karya trilogi tersebut juga meliputi buku berjudul 'Gibran End Game' dari Rismon Sianipar serta 'Gibran Black Chapter' yang ditulis oleh Roy Suryo.
Ketiga buku tersebut diklaim berisi analisis neurosains perilaku, neuropolitik, dan psikologi forensik terkait tulisan-tulisan dari sebuah akun daring tertentu.
Analisis dalam buku-buku itu berfokus pada konten yang diunggah oleh akun Kaskus bernama Fufufafa yang diduga memiliki kaitan dengan Gibran Rakabuming Raka.
Dokter Tifa menyatakan terdapat bukti-bukti yang mengindikasikan bahwa akun daring tersebut memang dimiliki oleh Wakil Presiden.
Bukti-bukti tersebut tertuang secara lengkap dalam karya tulis yang disusun oleh Roy Suryo sebagai bagian dari trilogi tersebut.
Salah satu kutipan dari unggahan akun Fufufafa turut dimuat dalam buku yang ditulis oleh Dokter Tifa untuk keperluan analisis lebih lanjut.
Unggahan yang dikutip tersebut diposting pada tanggal 23 Juni 2024 sekitar pukul 01.57 WIB menurut informasi yang diberikan.
Dokter Tifa mengklaim bahwa kutipan khusus tersebut belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media manapun.
Dari ribuan unggahan akun Fufufafa, penulis mengambil sekitar lima puluh contoh untuk diteliti melalui pendekatan neurosains perilaku.
Neurosains perilaku merupakan bidang interdisipliner yang mempelajari hubungan antara sistem saraf dengan perilaku, emosi, serta proses kognitif pada manusia.
Bidang ilmu ini mengeksplorasi bagaimana aktivitas biologis otak memengaruhi cara manusia bertindak, berpikir, dan merasakan dalam berbagai kondisi.
Naskah buku tersebut telah diserahkan kepada pejabat Biro Pengelola Informasi dan Dokumentasi di lingkungan Kementerian Pendidikan sebelum dirilis.
Namun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai waktu peluncuran buku tersebut kepada publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

