Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Di Tengah Isu Ijazah Palsu Jokowi, Ridho Rahmadi: Jangan Sampai Ilmu Pengetahuan Tak Berarti di Negeri Ini

 

Repelita Jakarta - Akademisi dan ilmuwan komputer Ridho Rahmadi menyampaikan keprihatinan dan harapannya terhadap dunia ilmu pengetahuan di Indonesia di tengah ramainya polemik seputar isu ijazah. Pernyataan ini disampaikannya melalui akun media sosial X @RidhoRahmadi85 pada Sabtu, 10 Januari 2026, setelah ia tampil sebagai saksi ahli dalam proses hukum terkait kasus tersebut.

“Saya berharap, jangan sampai ilmu pengetahuan dianggap tidak berarti di negeri ini,” tulis Ridho Rahmadi dalam cuitannya yang menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai akademik. Ungkapan ini merupakan refleksi dari pengalamannya menyiapkan dan menyampaikan kesaksian ahli secara ilmiah dalam gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025.

Ridho mengungkapkan bahwa persiapan untuk menghadiri forum hukum tersebut dilakukan dengan standar akademik yang sangat tinggi. Ia, bersama rekan-rekannya, melakukan anotasi mendalam terhadap baris-baris kode program yang digunakan dalam analisis teknis otentisitas dokumen. Tujuannya adalah untuk menerjemahkan metode komputasi yang kompleks menjadi penjelasan yang dapat dipahami oleh khalayak umum dan aparat penegak hukum.

Persiapan lain yang tak kalah rinci adalah penyusunan kajian literatur lintas disiplin. Dengan bantuan seorang Kepala Biro Akademik dari sebuah politeknik di Yogyakarta, Ridho menyusun tabel studi yang merangkum puluhan penelitian mutakhir di bidang Neurosains dan Neuropolitika. Kajian ini dimaksudkan untuk memberikan fondasi ilmiah yang kuat terhadap analisis yang disampaikan dalam proses hukum.

Dia juga melengkapi kesaksiannya dengan referensi dari Sistem Pengkodean Tindakan Wajah (FACS) yang dirumuskan Paul Ekman, pakar ekspresi wajah ternama dunia. Referensi ini digunakan untuk memberikan dasar ilmiah dalam menganalisis respons biologi dan kognitif yang dikaitkan dengan fenomena sosial politik tertentu.

Sebagai penegas tentang arti kontribusi ilmiah yang sesungguhnya, Ridho membawa serta dokumentasi tentang para peraih Hadiah Nobel 2024 di bidang Fisika dan Kimia. Kedua kelompok peraih Nobel tersebut diakuinya berjasa karena membangun fondasi penting model kecerdasan buatan dan menggunakan AI untuk memecahkan masalah prediksi protein yang berusia setengah abad.

“Dari dua contoh penerima prize ini, saya ingin mengatakan, di negara maju, pengakuan saintifik diberikan atas kontribusi nyata, bukan atas label atau sertifikat linearitas gelar akademik,” tegas Ridho dalam cuitannya, menyoroti pentingnya substansi di atas formalitas.

Pengalamannya mempresentasikan riset di berbagai forum internasional di kota-kota seperti Glasgow, Hamburg, dan Pittsburgh menjadi acuan baginya dalam menyiapkan materi kesaksian. Ia menyatakan bahwa standar persiapan yang digunakannya untuk gelar perkara itu setara dengan standar yang ia terapkan ketika berbicara di hadapan para profesor dan ilmuwan terkemuka dunia.

Meski telah menyumbangkan analisis ilmiah yang mendalam, Ridho mengaku tidak mengetahui dampak langsung dari kesaksiannya terhadap perkembangan status hukum para pihak yang terlibat. Namun, baginya, yang terpenting adalah telah menunaikan kewajiban sebagai akademisi untuk menyajikan kebenaran ilmiah dengan metodologi yang ketat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai penutup, Ridho mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan dengan mengutip perkataan Imam Syafi’i. Kutipan tersebut menegaskan bahwa ilmu adalah fondasi untuk meraih kehidupan dunia, akhirat, maupun keduanya, sebuah pesan yang ingin ia sampaikan di tengah hiruk-pikuk perdebatan yang kerap mengabaikan substansi keilmuan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved