Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

China Keluarkan Larangan Wisata ke Jepang dan Batalkan Puluhan Rute Penerbangan di Tengah Eskalasi Konflik Diplomatik

Repelita Beijing – Pemerintah China kembali mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya untuk tidak mengunjungi Jepang selama periode libur Imlek tahun 2026 menyusul memburuknya hubungan bilateral kedua negara.

Imbauan ini dikeluarkan kurang dari seminggu setelah peringatan serupa pada awal pekan, dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menyatakan kesiapan negaranya untuk bertindak jika China melakukan serangan terhadap Taiwan.

Sebagai dampak langsung dari ketegangan diplomatik tersebut, otoritas penerbangan China membatalkan seluruh penerbangan terjadwal pada bulan Februari 2026 di empat puluh sembilan rute yang menghubungkan kedua negara.

Data yang dirilis oleh platform perjalanan Flight Master menunjukkan bahwa tingkat pembatalan penerbangan antara daratan China dan Jepang telah mencapai empat puluh tujuh koma dua persen pada Januari 2026, meningkat signifikan sebesar tujuh koma delapan persen dari bulan sebelumnya.

Pembatalan massal tersebut mencakup seratus tiga belas penerbangan antara Bandara Internasional Daxing Beijing dengan Bandara Internasional Kansai Osaka, serta tiga belas penerbangan antara Bandara Internasional Bao'an Shenzhen dan Bandara New Chitose di Hokkaido.

Tindakan ini merupakan eskalsasi dari ketegangan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir antara kedua negara ekonomi terbesar di Asia tersebut.

Maskapai penerbangan nasional China termasuk Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines telah memperpanjang kebijakan perubahan jadwal serta pengembalian dana penuh untuk perjalanan menuju Jepang hingga tanggal 24 Oktober 2026.

Kebijakan sebelumnya hanya berlaku hingga akhir Maret 2026, menunjukkan bahwa ketegangan diplomatik diprediksi akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Langkah-langkah pembatasan perjalanan ini terjadi menjelang periode libur Imlek yang biasanya menjadi puncak arus perjalanan warga China ke berbagai negara termasuk Jepang.

Ketegangan bilateral yang terus meningkat telah memberikan dampak signifikan terhadap industri pariwisata dan hubungan ekonomi antara kedua negara yang sebelumnya memiliki hubungan perdagangan yang sangat erat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved