Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

AS, Rusia, dan China Kuasai Militer Antariksa, Indonesia Masih Tanpa Angkatan Pertahanan Ruang Angkasa

 Satelit Penembak Sinar Laser, cara baru China serang lawan. (CNSA)

Repelita Jakarta - Ruang angkasa kini telah bertransformasi menjadi arena strategis pertahanan bagi banyak negara.

Amerika Serikat telah membentuk sebuah angkatan bersenjata khusus yang berfokus pada operasi di luar atmosfer bumi.

Rusia juga mengembangkan kemampuan serupa dengan membentuk pasukan khusus antariksa untuk keperluan pertahanan.

China tidak ketinggalan melalui pembentukan satuan tempur di bawah Angkatan Darat yang mengkhususkan pada operasi dirgantara.

Indonesia saat ini belum memiliki satuan militer khusus yang setara dengan ketiga negara besar tersebut.

Pembentukan angkatan antariksa memerlukan investasi sangat besar dan teknologi yang sangat kompleks.

Tugas utama satuan semacam ini adalah memproyeksikan kemampuan serangan dari luar orbit planet.

Fungsi strategis lainnya adalah menangkal serangan musuh sebelum mencapai sasaran di permukaan bumi.

Sistem pertahanan terhadap rudal balistik antar benua menjadi salah satu contoh aplikasi penting.

Rudal tersebut harus mencapai orbit bumi terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke target.

Pada fase orbit inilah sistem pertahanan antariksa dapat melakukan intervensi untuk mengagalkan serangan.

Penghancuran rudal musuh di luar atmosfer merupakan metode pertahanan yang sangat efektif secara teori.

Namun implementasi praktisnya memerlukan teknologi canggih dan koordinasi sistem yang sangat rumit.

China saat ini gencar melakukan penelitian dan pengembangan satelit militer untuk keperluan pertahanan.

Badan antariksa nasional China bekerja sama dengan perusahaan satelit menginisiasi program teknologi khusus.

Program tersebut bertujuan mengembangkan satelit yang mampu menembakkan senjata energi terarah.

Laser yang ditembakkan dari orbit dirancang untuk menghancurkan satelit musuh dan sistem rudal.

Konsep dasarnya adalah memancarkan partikel berenergi tinggi ke sasaran di darat maupun di angkasa.

Implementasi senjata semacam ini memerlukan pasokan energi yang sangat besar dan sistem kontrol presisi.

Tantangan teknis utama adalah menyediakan daya cukup bagi satelit untuk mengoperasikan sistem senjata.

Prototipe satelit dengan kemampuan tersebut telah diuji di fasilitas darat dengan hasil memuaskan.

Para ilmuwan China mengklaim telah menemukan solusi untuk tantangan teknis yang dihadapi.

Rincian teknis solusi tersebut belum diungkapkan secara terbuka kepada masyarakat internasional.

Selain fungsi militer, satelit generasi baru ini memiliki kemampuan komunikasi jarak jauh yang unggul.

Fungsionalitas lain meliputi sistem radar berbasis luar angkasa dan peperangan elektronik.

Rencana peluncuran satelit bersenjata ke orbit bumi diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa tahun mendatang.

Perkembangan ini menandai babak baru dalam persaingan teknologi militer di era antariksa.

Negara-negara lain kemungkinan akan mengikuti langkah serupa untuk menjaga keseimbangan kekuatan.

Dominasi di ruang angkasa semakin dianggap sebagai faktor penentu dalam keamanan nasional.

Perlombaan senjata antariksa berpotensi mengubah dinamika keamanan global secara signifikan.

Dampaknya terhadap stabilitas internasional dan tata kelola luar angkasa perlu dipantau dengan cermat.

Masyarakat global mengharapkan pemanfaatan ruang angkasa untuk tujuan damai dan kemanusiaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved