Repelita Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara Anas Urbaningrum memberikan respons atas ucapan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut rakyat Indonesia sebagai yang paling bahagia di dunia berdasarkan survei dari Harvard University dan Gallup.
Pernyataan Prabowo itu disampaikan dalam pidato pada acara perayaan Natal Nasional 2025 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 5 Januari 2026.
Anas menyampaikan pandangannya melalui unggahan di akun X pribadinya pada Kamis, 8 Januari 2026.
“Ini hebatnya Indonesia. Yang membaca Kimia Kebahagiaan Al-Ghazali tidak banyak. Yang fakir, miskin dan lontang-lantung masih banyak,” tulis Anas Urbaningrum.
“Tapi, kata Presiden Prabowo, berdasarkan temuan sebuah survei, rakyat Indonesia juara 1 lomba Piala Kebahagiaan sedunia,” lanjutnya.
Ia memberikan ilustrasi dengan kondisi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal memiliki tingkat kebahagiaan tinggi meskipun upah minimumnya relatif rendah.
“Di Jogja misalnya, masyarakatnya dikatakan bahagia, meskipun UMP dan UMK tergolong rendah. Indeks Kebahagiaan Yogyakarya tinggi, bahkan di atas rata-rata nasional, walaupun merupakan provinsi termiskin di Jawa,” paparnya.
Anas mengakui bahwa konsep miskin tapi bahagia tidak salah, namun tidak boleh disalahartikan sebagai pembenaran atas ketidakseriusan mengatasi kemiskinan.
“Miskin tapi bahagia. Kalimat ini tidak keliru. Tetapi tidak boleh mengelirukan. Akan mengelirukan dan menyesatkan, jika dipakai sebagai dalih untuk tidak serius menekan angka kemiskinan, meningkatkan kemakmuran dan kemudian berpuas bekerja begitu-begitu saja,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk terus berupaya keras menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat.
“Kita dukung dan desak Pemerintah untuk bekerja keras, dengan kebijakan yang tepat dan konsisten implementasinya, untuk memberantas masalah-masalah hidup rakyat, terutama kemiskinan, pengangguran dan peminggiran,” ungkapnya.
Anas menyerukan agar narasi miskin tapi bahagia diganti menjadi sejahtera sekaligus bahagia.
“Miskin tapi bahagia musti diubah menjadi makin sejahtera dan bahagia. Itulah jiwa dan makna kemerdekaan yang sejatinya,” tegasnya.
Ia juga memberikan semangat kepada Presiden Prabowo beserta seluruh jajaran kabinet.
“Monggo Pak Prabowo dan seluruh tim kerja, sejarah indah menanti untuk dituliskan dengan nyata. Bisa!” tutup Anas Urbaningrum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

