Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ahmad Ali Luruskan Ucapan di Podcast, Tegaskan Gibran Bukan Rival Prabowo

 

Repelita Jakarta - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia Ahmad Ali memberikan klarifikasi terkait berbagai tafsir atas pernyataannya dalam dua sesi podcast yang ramai dikutip media.

Ia menegaskan bahwa penggalan pernyataan yang diangkat sebagai judul pemberitaan berpotensi memicu kesalahpahaman di kalangan publik.

Hal tersebut disebabkan karena kutipan tersebut tidak merepresentasikan konteks pembicaraan secara menyeluruh dan utuh.

Dalam kedua rekaman podcast itu, Ahmad Ali menyatakan dirinya secara konsisten membahas hubungan baik antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo.

Ia sekaligus menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kepemimpinan nasional yang kini diwakili oleh pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Mantan politikus Partai NasDem itu menyangkal narasi yang berkembang seolah-olah ia memposisikan Gibran Rakabuming Raka sebagai rival politik dari Prabowo Subianto.

Menurut penilaiannya, narasi tersebut muncul akibat pengutipan pernyataan yang tidak dilandasi oleh pemahaman terhadap keseluruhan dialog.

“Kalau podcast itu ditonton secara utuh, saya sama sekali tidak sedang bicara soal menjadikan Mas Gibran sebagai lawan politik Pak Prabowo,” ujar Ahmad Ali pada Senin (26/1/2025).

Dalam percakapan tersebut, ia justru menegaskan kapasitas dan potensi besar yang dimiliki oleh Gibran Rakabuming Raka selaku Wakil Presiden.

Pengalaman nyata, kedekatan dengan masyarakat akar rumput, serta komitmen kerja yang tinggi disebut sebagai modal penting yang melekat pada putra sulung Joko Widodo itu.

“Mas Gibran punya pengalaman, punya akar rumput, dan punya dedikasi kerja,” katanya.

“Itu kualitas yang nyata,” tegas Ahmad Ali lebih lanjut.

Keputusan Prabowo Subianto untuk mengajak Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan dalam kontestasi pilpres juga disebut bukan tanpa pertimbangan matang.

Hal itu menunjukkan adanya tingkat kecocokan serta keyakinan penuh dari Presiden terpilih terhadap kompetensi yang dimiliki oleh sang wakil.

Ahmad Ali juga menepis anggapan bahwa pembahasan dalam podcast tersebut mengarah pada spekulasi politik untuk Pemilihan Presiden tahun 2029.

Fokus utama pembicaraan justru mengarah pada kerja nyata pemerintahan ke depan, bukan pada kalkulasi politik jangka panjang.

“Pak Prabowo ingin bekerja untuk Indonesia,” ujarnya.

“Beliau belum memikirkan 2029,” lanjut Ahmad Ali.

“Soal politik ke depan, itu nanti saja saya lihat,” pungkasnya.

Substansi dari kedua podcast tersebut ditegaskan kembali sebagai upaya penguatan kerja sama dan kesinambungan kepemimpinan nasional.

Fokus utama diarahkan pada kinerja pemerintahan mendatang serta pentingnya menghindari spekulasi yang tidak produktif.

Pembacaan yang tidak utuh terhadap pernyataannya dinilai justru dapat membuka ruang bagi narasi konflik yang tidak relevan dengan maksud sebenarnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved