Repelita Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini menuai banyak masalah, termasuk ribuan kasus keracunan siswa.
Menurut Rocky, buruknya manajemen dalam pelaksanaan MBG bukan hanya soal teknis memasak, tetapi juga menyangkut sikap etis terhadap makanan sebagai hak dasar anak-anak.
Ia menyebut bahwa korupsi telah merusak esensi dari program tersebut, mengubah makanan yang seharusnya bergizi menjadi racun.
Di dalam proses penyelenggaraan makan siang bergizi ini, alam menyiapkan gizinya tapi korupsi mengubahnya jadi racun. (2 Oktober 2025)
Rocky menjelaskan bahwa cara pandang terhadap MBG telah bergeser menjadi ajang eksploitasi, di mana semangat mumpungisme berubah menjadi praktik pencurian.
Korupsi mengubah hal yang bergizi jadi racun karena cara memandang makan bergizi ini kan cara memandang mumpuisme. Mumpung setiap hari ada potensi pemasukan besar maka mumpuisme itu juga berubah menjadi mencuri. (2 Oktober 2025)
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan MBG telah mengabaikan hak dasar murid untuk mendapatkan gizi yang layak demi masa depan yang sehat.
Rocky menggambarkan situasi di sekolah sebagai penuh kecemasan, baik dari murid, guru, maupun orang tua, karena takut makanan yang disediakan kembali menyebabkan keracunan.
Jadi korupsi itu membatalkan masa depan para anak-anak ini. Kita mulai melihat betapa cemas murid-murid itu ketika masuk sekolah, menelan makan, orang tuanya cemas di rumah, muridnya cemas, gurunya cemas, jangan-jangan satu sekolah akan kena racun lagi. Jangan-jangan nanti akan diperiksa oleh pengawas. (2 Oktober 2025)
Ia juga menyebut bahwa beberapa sekolah mulai mempertimbangkan untuk menghentikan program MBG agar tidak terkena teguran dari pemerintah, pengawas, LSM, maupun media.
Lalu beberapa sekolah merasa bahwa lebih baik makan bergizi ini dibatalkan aja daripada kenna sempritan dari pemerintah, atau dari pengawas, atau dari LSM, atau dari jurnalis. Kan kita lagi tidak melihat meja makan itu menjadi meja kegembiraan. (2 Oktober 2025)
Program MBG dalam dua pekan terakhir menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai masalah, mulai dari pemangkasan anggaran per porsi, temuan belatung, hingga makanan yang terkontaminasi.
Data per 30 September 2025 mencatat sekitar 8.000 siswa telah terdampak keracunan akibat konsumsi makanan dari program MBG.
Situasi ini memicu penolakan terbuka dari masyarakat terhadap program yang merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

