
Repelita Jakarta – Pernyataan lama pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa kembali ramai dibagikan di media sosial setelah Anies Baswedan menyuarakan sikapnya terhadap kejahatan kemanusiaan Israel terhadap Palestina.
Dalam sebuah podcast bersama pakar hukum tata negara Refly Harun, Dokter Tifa menyebut bahwa Anies adalah sosok besar yang telah dipersiapkan untuk peran internasional.
Anies itu adalah tokoh bukan hanya untuk negara ini. Anies itu dipersiapkan Allah untuk jadi tokoh internasional. (2 Oktober 2025)
Ia menilai bahwa saat ini Anies belum ditugaskan sebagai presiden karena ada tanggung jawab yang lebih besar menanti di panggung global.
Mas Anies, Palestina itu membutuhkan anda, ancaman perang dunia ketiga membutuhkan anda. (2 Oktober 2025)
Menurut Tifa, takdir Anies telah diarahkan untuk menjawab tantangan dunia internasional, dan panggilan tersebut harus dipenuhi.
Jadi itu kalau saya mencoba untuk menerjemahkan maksud Allah itu begitu. (2 Oktober 2025)
Tifa menekankan bahwa pengakuan terhadap ketokohan Anies sudah melampaui batas nasional, dan dunia internasional sangat membutuhkan kontribusinya.
Dunia internasional itu sudah sangat mengakui ketokohannya. (Jangan menggunakan fasilitas negara Prabowo), ngapain. Anies terlalu kecil buat menjadi utusan negara. Internasional butuh Anies. (2 Oktober 2025)
Sebelumnya, Anies Baswedan menyampaikan pandangannya melalui akun X pribadinya dalam unggahan berjudul Mengakhiri Genosida, Menegakkan Keadilan.
Dalam tulisan tersebut, Anies menegaskan bahwa prioritas utama saat ini bukanlah negosiasi yang bersifat abstrak, melainkan penghentian segera genosida yang terjadi di Gaza dan pencabutan blokade yang menindas rakyat Palestina.
Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Wilayah Palestina yang Diduduki telah menetapkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.
Mahkamah Pidana Internasional juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Anies menegaskan bahwa tidak ada dasar moral maupun hukum untuk melunakkan pernyataan tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

