Repelita Jakarta - Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah pernyataan dari Dr. Ing. Iryanto, seorang alumni Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Iryanto menyatakan bahwa UGM seharusnya dapat dengan mudah membuktikan keaslian ijazah Jokowi.
Ia menekankan bahwa pihak kampus memiliki surat khusus yang dapat menjadi bukti autentik.
"Publik sekarang sudah terlanjur mencurigai bahwa Jokowi itu bukan alumnus dan bahwa ijazahnya itu palsu. Nah ini UGM sebaiknya tampil, tegas, menunjukkan mana fakta yang benar," ujar Iryanto.
Pernyataan ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat.
Beberapa netizen mendukung desakan agar UGM segera memberikan klarifikasi terbuka.
"Kalau memang asli, kenapa harus ditutup-tutupi? Tunjukkan saja bukti-buktinya," tulis seorang pengguna media sosial.
Sementara itu, pihak UGM telah memberikan tanggapan resmi terkait isu ini.
Sekretaris UGM, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang lulus pada 5 November 1985.
Ia juga menyatakan bahwa ijazah dan skripsi Jokowi adalah asli dan dapat diverifikasi melalui dokumen resmi yang dimiliki kampus.
Namun, beberapa pihak masih meragukan keaslian dokumen tersebut.
Mereka menuntut agar UGM menunjukkan bukti-bukti fisik, seperti surat khusus yang disebutkan oleh Iryanto.
Desakan ini bertujuan untuk mengakhiri spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Pihak kampus diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi yang transparan dan meyakinkan.
Langkah ini dianggap penting untuk menjaga integritas institusi pendidikan dan kepercayaan publik terhadap lulusan UGM. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

