
Repelita Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri baru-baru ini mengadakan pertemuan di kediaman Megawati di Jakarta.
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam dan membahas berbagai isu terkait masa depan Indonesia, termasuk situasi global dan tantangan yang dihadapi negara.
Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian Partai Gerindra, menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah positif dalam membangun kebersamaan untuk masa depan Indonesia.
Namun, beberapa pengamat politik menilai bahwa hubungan Prabowo dengan Megawati lebih strategis dibandingkan dengan hubungannya dengan Presiden Joko Widodo.
Hal ini dikarenakan PDIP, sebagai partai besar, memiliki potensi untuk menjadi mitra politik yang kuat bagi Prabowo dalam membentuk kabinet dan menghadapi tantangan politik ke depan.
Sementara itu, hubungan Prabowo dengan Jokowi tampak lebih formal dan terbatas pada urusan pemerintahan.
Beberapa pihak berpendapat bahwa Prabowo sebaiknya lebih fokus membangun hubungan yang lebih erat dengan Megawati dan PDIP untuk memastikan stabilitas politik dan keberlanjutan program-program pemerintahannya.
Dalam konteks ini, langkah Prabowo untuk lebih mendekatkan diri dengan Megawati dan PDIP dianggap sebagai strategi politik yang cerdas untuk memastikan dukungan politik yang solid dan memperkuat posisi pemerintahannya ke depan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

