
Repelita Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan pandangannya mengenai isu bonus demografi yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat.
Anies menegaskan bahwa bonus demografi bukanlah hadiah yang datang begitu saja, melainkan ujian besar yang harus dihadapi dengan serius.
"Bonus demografi sering disebut sebagai pintu emas menuju Indonesia maju, tapi benarkah akan otomatis jadi berkah?" tulis Anies dalam unggahan media sosialnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan populasi usia produktif yang besar tidak serta-merta menjamin kemajuan suatu bangsa.
Anies juga menyoroti tekanan psikis dan ekonomi yang dialami generasi muda saat ini.
Menurutnya, mereka tidak hanya dituntut untuk sukses dengan cepat, tetapi juga harus bertahan di tengah ketidakpastian kerja dan tingginya biaya hidup.
"Anak muda disebut penopang kemajuan, tapi siapa yang menopang mereka?" ujarnya.
Lebih lanjut, Anies menyinggung adanya jurang aspirasi antara generasi tua dan muda yang dapat menghambat transformasi sosial jika tidak dijembatani secara bijak.
Ia juga menyoroti kesenjangan digital yang berpotensi melanggengkan ketimpangan sosial dan ekonomi di masa depan.
"Kesenjangan digital ini nyata. Mereka yang terkoneksi akan terbang lebih tinggi. Mereka yang terputus akan makin terdesak," tulisnya.
Pernyataan Anies ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya menyebut bonus demografi sebagai peluang emas untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Anies mengingatkan bahwa peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika tantangan-tantangan yang ada diatasi dengan serius.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

