
Repelita Jakarta – Isu "matahari kembar" yang belakangan ramai diperbincangkan mendapat tanggapan dari Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Isu tersebut mencuat setelah beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih melakukan kunjungan ke Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo, yang memicu spekulasi mengenai arah politik dan kekuasaan yang ada di pemerintahan baru.
Usai menghadiri acara halalbihalal yang digelar oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, di rumah dinas Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dasco menyampaikan pernyataan yang terkesan bernada candaan.
Di hadapan sejumlah awak media, Dasco menanggapi isu tersebut dengan berkata, "Ini bukan matahari, ini bulan," sembari menepuk pundak Cak Imin.
Saat ditanya lebih lanjut mengenai maksud pernyataannya, Dasco menjelaskan dengan santai, "Kalau matahari kan siang, ini malam," mengindikasikan bahwa ia berbicara tentang waktu malam hari saat itu.
Dasco juga menegaskan bahwa pertemuan para menteri dengan Jokowi merupakan bagian dari tradisi silaturahmi dalam rangka menyambut Lebaran.
Ia menilai tidak perlu ada interpretasi politik terkait dengan kunjungan tersebut dan mengingatkan agar publik tidak mempolitisasi acara tersebut, karena lebih bertujuan untuk merajut kembali hubungan persaudaraan.
Isu "matahari kembar" itu sendiri muncul akibat spekulasi bahwa ada dua pusat kekuasaan di pemerintahan, yaitu Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Jokowi.
Namun, pihak Istana Kepresidenan dengan tegas membantah adanya fenomena tersebut. Mereka menjelaskan bahwa kunjungan menteri ke rumah Jokowi merupakan silaturahmi biasa dan tidak memiliki agenda politik tertentu.
Dasco berharap dengan penjelasannya ini, spekulasi yang berkembang dapat mereda. Ia juga mengajak semua pihak untuk fokus pada pembangunan negara dan menghindari interpretasi politik yang tidak perlu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

