Repelita Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya memberikan komentar terkait polemik yang tengah terjadi di tim nasional Indonesia, khususnya mengenai perekrutan Patrick Kluivert sebagai calon pelatih timnas.
Pandji menyoroti proses wawancara yang dilakukan Erick Thohir dengan Kluivert di Eropa pada Natal 2024. Berdasarkan keterangan Erick, wawancara tersebut dilaksanakan pada saat yang tidak tepat, yaitu pada hari raya Natal.
Pandji merasa proses wawancara tersebut menunjukkan ketidakpedulian terhadap nilai-nilai penting dalam kehidupan keluarga. "Di benak gue, ini orang nggak punya value," ujar Pandji.
Pandji menyampaikan bahwa dirinya menolak Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia karena menurutnya, seseorang yang melakukan wawancara pada hari raya agama mereka tidak menunjukkan nilai kekeluargaan yang penting. Pandji mengungkapkan kekhawatirannya jika Kluivert benar-benar melatih timnas, terutama terkait kebijakan yang mungkin akan diterapkannya, seperti melarang pemain merayakan hari raya seperti Lebaran.
"Siapapun yang datang ketika diundang untuk interview kerja di tanggal 25 Desember, menurut gue nggak punya nilai-nilai kekeluargaan," tambah Pandji.
Pandji juga membayangkan bahwa jika Kluivert menjadi pelatih, ia akan mengutamakan latihan bahkan di hari-hari besar keagamaan, seperti ketika Lebaran tiba.
"Nanti ketika Patrick Kluivert ngelatih, pas lebaran, pemain-pemain kita pengen lebaran, dia bilang nggak ada lebaran. Latihan," tutup Pandji.
Pandji juga khawatir bahwa Kluivert akan mengutamakan pekerjaan di atas segalanya, termasuk ibadah. "Sholat magrib? Udah latihan dulu. Ntar gitu lagi," ujarnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok

