Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

"Analis Prediksi Megawati Akan Diganti Sebagai Ketum PDIP, Posisi Dewan Pembina Jadi Solusi?"

 Ketum PDIP Megawati Soekarnoputeri. [Suara.com/Bagaskara]

Repelita Jakarta - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai bahwa posisi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDIP berpeluang digeser pada kongres partai mendatang. Menurut Jamiluddin, peluang tersebut terbuka mengingat usia Megawati yang sudah sepuh.

"Hal itu memang perlu dilakukan karena kondisi objektif Megawati Soekarnoputri saat ini sudah sepuh. Hal ini membuat Megawati sudah tidak lagi cukup lincah untuk memimpin partai sebesar PDIP," ujar Jamiluddin.

Meski peluang mengganti jabatan ketua umum terbuka, Jamiluddin menilai Megawati perlu diberikan posisi strategis dan menentukan. Posisi itu perlu diberikan kepada Megawati mengingat kondisi partai yang saat ini sedang tidak baik.

"Posisi itu diperlukan agar pergantian ketua umum dapat berjalan mulus. Setidaknya, bila Megawati menjadi Ketua Dewan Pembina, dapat menjadi benteng gempuran dari internal dan eksternal," tambah Jamiluddin.

Jamiluddin menambahkan bahwa dari internal partai, faksi-faksi yang ada berpeluang besar menerima mandat sebagai ketua umum yang dikehendaki Megawati. "Hal itu berpeluang terjadi karena Megawati selama ini dinilai sebagai pemersatu faksi-faksi yang ada. Semua faksi akan legawa, minimal tidak berani frontal menolak pilihan Megawati," kata Jamiluddin.

Jamiluddin mengungkapkan bahwa cara serupa sudah diterapkan oleh Partai Demokrat. Ia mengungkapkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberi tempat yang strategis, sementara posisi Ketua Umum Partai Demokrat diserahkan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Strategi tersebut, kata Jamiluddin, dapat menahan gempuran dari eksternal dan internal, serta memastikan soliditas internal.

Jamiluddin melihat posisi Megawati di PDIP tetap kuat kendati nanti tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, asalkan digeser untuk mengisi posisi Ketua Dewan Pembina. "Pihak eksternal, termasuk kader yang sudah dipecat, tentu akan menghadapi tembok bila Megawati menjadi Ketua Dewan Pembina," kata Jamiluddin.

"Setidaknya gangguan dari eksternal bisa diredam. Hal ini dimungkinkan terjadi karena sosok Megawati akan dapat menjaga soliditas internal," lanjutnya.

Menurut Jamiluddin, soliditas yang dibangun oleh Megawati akan menjadi benteng bagi PDIP agar sulit ditembus oleh pihak eksternal. "Jadi, Megawati masih tetap dibutuhkan sebagai pemersatu partai. Dengan menjadi Ketua Dewan Pembina, Megawati juga dapat mengamankan ketua umum yang dikehendakinya," tambahnya.

"Dengan cara itu, Megawati berhasil mengalihkan tongkat kepemimpinan di PDIP. Ini akan menjadi sejarah bagi Megawati yang sukses dalam suksesi estafet kepemimpinan di partainya," tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved