Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Wakil Perdana Menteri Italia Antonio Tajani Bantah Negosiasi dengan Iran Soal Perlintasan di Selat Hormuz

 Gabungan visual militer dan konferensi

Repelita Roma - Menteri Luar Negeri sekaligus Wakil Perdana Menteri Italia Antonio Tajani membantah laporan media yang menyatakan bahwa Roma tengah bernegosiasi dengan Teheran untuk mengamankan jalur aman bagi kapal-kapal Italia melalui Selat Hormuz di tengah konflik yang memanas.

Pada Jumat Financial Times melaporkan bahwa negara-negara Eropa termasuk Prancis dan Italia tengah bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur aman bagi kapal-kapal mereka melalui Selat Hormuz yang saat ini diblokade.

Menurut sumber Financial Times Roma berupaya memulai negosiasi dengan Teheran mengenai masalah ini untuk menjaga kelancaran perdagangan mereka.

"Ini sama sekali tidak benar. Kami tidak berunding dengan siapa pun, kami tidak bernegosiasi dengan Iran tentang lalu lintas kapal Italia melalui Selat Hormuz," kata Tajani di stasiun televisi Rete4 pada Jumat.

Dia menjelaskan sikap tersebut diambil khususnya dengan mempertimbangkan adanya konflik militer yang sedang berlangsung di wilayah tersebut yang melibatkan Amerika Serikat Israel dan Iran.

Menteri itu menambahkan bahwa Italia terus berupaya untuk mendorong de-eskalasi di wilayah tersebut melalui jalur diplomatik yang tepat.

Surat kabar Italia Stampa mengutip beberapa sumber dari Uni Eropa melaporkan bahwa Uni Eropa selalu membuka jalur komunikasi diplomatik dengan Iran bahkan selama periode yang paling sulit saat ini.

Namun menurut beberapa sumbernya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan negosiasi bilateral dengan Iran mengingat situasi yang masih genting.

Beberapa sumber surat kabar tersebut menganjurkan inisiatif tegas yang dipimpin oleh PBB untuk memastikan kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan dunia.

Pada 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di Teheran sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran menanggapinya dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah yang terus berlanjut hingga saat ini.

Eskalasi ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Blokade tersebut juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut yang berdampak pada harga energi dunia.

Kapal-kapal dari berbagai negara kini kesulitan melintasi Selat Hormuz tanpa jaminan keamanan dari pihak Iran yang menguasai jalur tersebut.

Iran sebelumnya menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka namun tidak untuk kapal-kapal yang berasal dari negara musuh termasuk Amerika Serikat dan Israel.

Negara-negara lain termasuk sekutu AS kini berada dalam posisi sulit karena harus memilih antara hubungan dengan Amerika atau kelancaran perdagangan energi mereka.

Situasi ini semakin memperumit dinamika geopolitik global dan menekan harga minyak dunia yang terus melonjak.

Dunia internasional menanti langkah selanjutnya dari para pihak yang bertikai untuk mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu pasokan energi global.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved