Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Syafril Sjofyan: Perang AS-Israel vs Iran Panjang, Indonesia Terancam Krisis Ekonomi Parah

 

Repelita Jakarta - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat serta Israel melawan Iran semakin menunjukkan tanda-tanda perang panjang yang sulit dikendalikan menurut analisis Pemerhati kebijakan publik Syafril Sjofyan.

Syafril Sjofyan menilai Iran sebagai negara dengan ketahanan luar biasa berkat populasi lebih dari sembilan puluh juta jiwa wilayah seluas satu koma enam juta kilometer persegi serta sejarah Persia ribuan tahun.

Dukungan teknologi militer dari Rusia China dan Korea Utara membuat Iran mampu melancarkan perlawanan berlapis melalui rudal jarak jauh drone serta jaringan pendukung di berbagai negara tetangga.

Israel dengan luas wilayah serta jumlah penduduk jauh lebih kecil hanya mampu bertahan berkat bantuan besar-besaran dari Amerika Serikat sehingga sikapnya terhadap Iran dinilai terlalu jumawa.

Konflik telah berubah menjadi serangan langsung bukan lagi melalui proksi dengan AS-Israel menyerang wilayah Iran dan Iran membalas ke Israel serta pangkalan Amerika di kawasan.

Bahrain Uni Emirat Arab Irak dan beberapa negara Timur Tengah lainnya turut terdampak sementara Israel menyatakan status darurat nasional secara penuh.

Syafril Sjofyan menegaskan target utama bukan hanya instalasi militer melainkan upaya melemahkan atau mengganti rezim di Teheran yang secara historis memerlukan durasi sangat panjang.

Iran memiliki keunggulan strategis melalui kendali Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia sehingga gangguan di jalur itu dapat memicu krisis energi global.

Keterlibatan tidak langsung Rusia serta China semakin memperlebar jurang geopolitik dunia dan membuat konflik berpotensi meluas ke skala lebih besar.

Indonesia meskipun tidak terlibat perang akan terkena dampak ekonomi parah khususnya lonjakan harga minyak impor subsidi energi jebol serta inflasi pangan menurut Syafril Sjofyan.

Pada skenario sedang harga minyak dunia bisa mencapai seratus hingga seratus dua puluh dolar per barel sementara pada perang besar mencapai seratus tiga puluh hingga seratus delapan puluh dolar.

Kenaikan harga BBM LPG serta ongkos transportasi akan langsung menekan daya beli masyarakat UMKM terpukul dan harga kebutuhan pokok melonjak tajam.

Investor asing cenderung lari ke dolar Amerika sehingga rupiah berisiko melemah drastis hingga tujuh belas ribu atau bahkan lebih dari delapan belas ribu per dolar.

Gangguan logistik internasional biaya pengiriman serta asuransi kapal yang melonjak akan menghambat ekspor dan menekan industri manufaktur nasional.

Sektor transportasi logistik penerbangan serta pabrik pengolah bahan baku impor paling rentan mengalami kontraksi hingga meningkatkan risiko pemutusan hubungan kerja massal.

Kenaikan harga pangan berpotensi memicu gelombang protes publik polarisasi politik demonstrasi luas serta gejolak sosial yang mengancam stabilitas dalam negeri.

Pemerintah Indonesia tetap pada posisi netral pro-Palestina namun menghadapi tekanan diplomatik dari berbagai pihak termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Muslim.

Syafril Sjofyan menyarankan pemerintah segera mengamankan stok pangan nasional mengurangi ketergantungan impor serta menyiapkan jaring pengaman sosial yang kuat.

Program bantuan langsung subsidi transportasi serta padat karya perlu digulirkan cepat dengan komunikasi kebijakan yang transparan dan bertanggung jawab.

Masyarakat diimbau menjaga keuangan pribadi dengan menyiapkan dana darurat mengurangi utang konsumtif serta memperkuat solidaritas komunitas untuk saling membantu.

Menurut Syafril Sjofyan ancaman terbesar bukan semata perang di Timur Tengah melainkan kebijakan dalam negeri yang keliru korupsi serta kegagalan penyaluran bantuan yang bisa mempercepat krisis ekonomi menjadi krisis politik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved