Breaking Posts

10/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Rocky Gerung: Tawaran Prabowo Jadi Penengah Iran-AS-Israel Hanya Normatif dan Sinyal Inisiatif Diplomatik Domestik

 

Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya untuk berperan sebagai penengah dalam konflik yang melibatkan Iran Amerika Serikat serta Israel guna meredakan ketegangan yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.

Pengamat politik Rocky Gerung menilai tawaran tersebut cukup menarik terutama jika dilihat dari posisi Indonesia di forum internasional serta komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif yang telah lama dianut.

Rocky menyoroti bahwa keikutsertaan Amerika Serikat dalam mendukung serangan Israel terhadap Iran telah menimbulkan tantangan serius bagi efektivitas Board of Peace sehingga lembaga tersebut dianggap tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Menurutnya pembicaraan mengenai posisi Indonesia di Board of Peace menjadi tidak relevan lagi karena prinsip perdamaian yang menjadi dasar lembaga itu telah terganggu akibat keterlibatan pihak-pihak besar dalam konflik.

Tawaran Prabowo untuk menjadi penengah dapat dimaknai sebagai upaya memanfaatkan momentum sejarah di tengah eskalasi konflik yang sedang berlangsung sehingga Indonesia berpotensi memperoleh peran diplomatik yang lebih signifikan.

Rocky mengemukakan bahwa kesempatan ini memungkinkan Indonesia mengambil inisiatif sebagai mediator di antara ketiga pihak yang terlibat dalam perseteruan tersebut.

Dalam perspektif real politics peran Indonesia tetap berada pada tingkat normatif saja karena konflik melibatkan kekuatan besar yang telah saling menyerang secara langsung sehingga sulit bagi pihak ketiga untuk memberikan pengaruh substansial.

Ia menegaskan bahwa fungsi utama Indonesia sejak dulu adalah sebagai pendamai dan pendengar yang netral bukan sebagai aktor yang terlibat dalam konflik bersenjata.

Rocky juga menilai bahwa dalam situasi konfrontasi langsung antara Israel dan Iran konsep penyelesaian dua negara semakin sulit diterapkan mengingat konflik telah meluas melampaui isu Palestina semata.

Langkah Prabowo tidak hanya memiliki dimensi ke luar negeri melainkan juga membawa pesan politik domestik yang kuat sebagai sinyal bahwa pemerintahan tetap memiliki inisiatif diplomatik di panggung global.

Ia menilai Presiden Prabowo cukup cerdas dalam memanfaatkan momentum tersebut bukan semata untuk mencegah perang berkepanjangan melainkan setidaknya memberikan gambaran bahwa Indonesia masih mampu tampil sebagai juru damai di forum internasional.

Rencana mendekati Iran juga dilihat sebagai peluang historis untuk menjawab kritik bahwa Indonesia terlalu condong kepada Amerika Serikat dalam berbagai forum internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.id | All Right Reserved