
Repelita Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan cibiran tajam terhadap pemimpin tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei dengan menyebutnya sebagai boneka Garda Revolusi yang bahkan tidak berani tampil ke publik.
Dalam konferensi pers pada Kamis 12 Maret 2026, Netanyahu menyindir Mojtaba Khamenei yang hingga kini belum pernah muncul di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi menggantikan ayahnya Ali Khamenei.
Ketika ditanya mengenai pemimpin tertinggi Iran yang baru serta pemimpin Hizbullah Naim Qassem, Netanyahu dengan sinis mengatakan ia tidak akan memberikan "asuransi jiwa" kepada kedua tokoh tersebut.
Ia melontarkan kritik tajam kepada Mojtaba Khamenei dengan menyebutnya sebagai boneka Garda Revolusi yang tidak memiliki legitimasi kuat di mata rakyat Iran.
Netanyahu menuding pemimpin Iran itu bahkan tidak bisa tampil di depan publik setelah pernyataan terakhirnya hanya dibacakan di televisi pemerintah oleh seorang pembawa berita sambil menampilkan foto diam.
"Mereka bahkan tidak berani menunjukkan wajahnya kepada rakyatnya sendiri. Ini menunjukkan siapa sebenarnya yang memegang kendali di Iran," ujar Netanyahu dalam pernyataannya.
Sebelumnya pada Kamis malam 12 Maret 2026, Mojtaba Khamenei merilis pernyataan publik perdananya namun tidak menampakkan diri di hadapan publik.
Pernyataan tersebut hanya dibacakan oleh pembawa berita televisi pemerintah Iran dengan foto Mojtaba yang ditampilkan di layar kaca.
Hal ini memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan Mojtaba setelah serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan ayahnya pada 28 Februari 2026.
Seorang sumber dari Iran mengatakan kepada The Sun bahwa Mojtaba Khamenei sebenarnya dalam kondisi koma dan dirawat secara intensif di Rumah Sakit Universitas Sina di Tehran.
Sumber tersebut menyebut satu atau dua kaki Mojtaba telah diamputasi serta organ hatinya atau lambungnya mengalami kerusakan parah akibat serangan.
Duta Besar Iran untuk Siprus Alireza Salarian mengungkapkan bahwa Mojtaba berada di lokasi yang sama saat pengeboman dan mengalami luka di bagian kaki, tangan, serta lengannya.
Namun penasihat pemerintah Iran Yousef Pezeshkian yang juga putra Presiden Iran menyebut kondisi pemimpin tertinggi itu tetap aman dan sehat meski mengalami luka.
The New York Times mengutip tiga sumber pejabat Iran yang mengatakan Mojtaba terluka namun dalam kondisi sadar dan berlindung di lokasi aman.
Sementara itu Netanyahu juga mengklaim negaranya kini lebih kuat dari sebelumnya setelah hampir dua pekan bersama AS melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam konferensi pers yang sama Netanyahu mengatakan serangan Israel telah menewaskan ilmuwan nuklir terkemuka Iran serta menyebabkan kerusakan besar pada IRGC dan pasukan Basij.
"Iran bukan lagi Iran yang sama," kata Netanyahu mengklaim keberhasilan operasi militer.
Ia mengklaim serangan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah mencegah Iran memindahkan proyek nuklir dan balistiknya ke fasilitas bawah tanah.
Netanyahu kemudian menyapa warga Iran yang turun ke jalan memprotes pemerintah mereka termasuk demonstrasi pada Januari lalu.
"Kami berdiri di sisi Anda. Tetapi pada akhirnya ini terserah Anda, ini ada di tangan Anda," tambahnya menyerukan perubahan dari dalam.
Pernyataan itu sejalan dengan seruan Presiden AS Donald Trump yang berulang kali mendesak rakyat Iran untuk bangkit menggulingkan pemerintah mereka.
Di sisi lain Iran terus melancarkan serangan balasan dengan mengirimkan gelombang drone dan rudal ke berbagai target strategis di kawasan.
Korps Garda Revolusi Islam mengklaim telah berhasil menghantam sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan menimbulkan kerusakan signifikan.
Perang yang telah memasuki hari ke-15 ini menewaskan lebih dari 1.300 orang di pihak Iran termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta puluhan ilmuwan nuklir dan komandan militer.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

