Repelita Riyadh - Militer Amerika Serikat mengumumkan bahwa seorang anggotanya tewas akibat luka yang diderita selama serangan Iran sehingga menjadikannya korban ketujuh dari pasukan AS sejak konflik dimulai.
Komando Pusat Amerika Serikat yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah menyatakan bahwa prajurit tersebut meninggal pada Sabtu malam 7 Maret 2026.
Akibat luka yang diterima selama serangan awal rezim Iran di seluruh Timur Tengah kata pernyataan resmi CENTCOM.
Militer Amerika Serikat tidak merinci lokasi atau detail serangan yang menyebabkan kematian tersebut serta menjaga kerahasiaan identitas korban hingga dua puluh empat jam setelah pemberitahuan keluarga.
Enam prajurit Amerika Serikat lainnya yang gugur sebelumnya semuanya berada di Kuwait dan menjadi korban gelombang serangan balasan awal dari Iran.
Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026 Teheran telah membalas dengan serangan drone serta rudal ke berbagai target di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis pasukan Amerika Serikat.
Pada hari Sabtu Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama pejabat tinggi lainnya menghadiri upacara pemulangan jenazah enam tentara yang tewas di pangkalan militer di Delaware.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

