Repelita Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa tujuan utama serangan bersama AS-Israel terhadap Iran bukanlah untuk memaksa perubahan rezim di Teheran meskipun Washington memang menginginkan hal tersebut terjadi di masa depan.
Menurut Rubio Presiden Donald Trump melihat situasi saat ini sebagai kesempatan bagi rakyat Iran untuk memanfaatkan momentum dan mengganti pemimpin mereka sendiri tanpa campur tangan langsung sebagai sasaran pokok.
Ia menjelaskan kepada para wartawan bahwa prioritas misi militer tersebut adalah memastikan Iran tidak lagi memiliki senjata yang mampu mengancam keamanan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Rubio menambahkan bahwa fokus utama terletak pada penghentian kemampuan Iran mengembangkan dan menggunakan rudal balistik yang dapat menyasar negara tetangga pangkalan militer AS maupun kehadiran militer Amerika di wilayah tersebut.
Pada Sabtu 28 Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap berbagai target strategis di Iran termasuk di ibu kota Teheran yang menimbulkan kerusakan luas serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran segera melakukan serangan balasan ke wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai langkah pembelaan diri yang tegas dan terkoordinasi.
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan tersebut bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintahan dan militer lainnya sebagaimana dikonfirmasi oleh otoritas Iran pada Minggu 1 Maret 2026.
Pernyataan Rubio mencerminkan pendekatan ganda Amerika Serikat yang memisahkan aspirasi politik jangka panjang dari sasaran militer mendesak di tengah eskalasi konflik yang semakin intens.
Situasi ini terus memanaskan ketegangan regional dengan potensi perluasan keterlibatan aktor internasional lainnya dalam waktu dekat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

