Repelita Jakarta - Republik Islam Iran secara resmi menutup semua pintu perundingan nuklir dengan Amerika Serikat sehingga segala tawaran dari Washington terkait program nuklir maupun isu demokrasi internal akan ditolak mentah-mentah.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menegaskan sikap tegas tersebut dalam konferensi pers di kediamannya di Jalan Madiun Nomor satu Menteng Jakarta Pusat pada Senin dua Maret dua ribu dua puluh enam.
Menurut Boroujerdi Iran tidak lagi mempercayai komitmen Amerika Serikat untuk menghindari permusuhan dan perang karena pengalaman berulang kali menunjukkan pengkhianatan.
Ia menjelaskan bahwa Iran telah berkali-kali memenuhi keinginan Amerika Serikat untuk berdialog namun tetap menjadi sasaran agresi militer bersama Israel.
Boroujerdi mencontohkan kesepakatan nuklir JCPOA yang disetujui Dewan Keamanan PBB pada tahun dua ribu lima belas namun Amerika Serikat keluar secara sepihak sehingga memicu sanksi dan serangan lanjutan.
Setelah itu Iran masih mengikuti lima putaran perundingan baru hingga sebelum putaran keenam tahun dua ribu dua puluh lima namun tetap diserang oleh Israel dan Amerika Serikat.
Ia menyatakan bahwa bahkan ketika perundingan menunjukkan kemajuan signifikan serangan militer tetap terjadi sehingga menghancurkan kepercayaan Teheran terhadap proses dialog.
Boroujerdi menekankan bahwa Iran tidak akan lagi terlibat dalam negosiasi tanpa jaminan keamanan karena setiap upaya damai direspons dengan bom dan rudal.
Situasi ini diperparah oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta banyak korban lainnya.
Iran kini berada dalam posisi bertahan sambil membalas serangan dengan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sehingga memperluas dampak konflik ke seluruh negara-negara sekitar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

